Krisdayanti Diperkosa Hingga Hamil 3 Bulan. Pelaku Diduga Permainkan Agama

oleh -636 views
Link Banner

Porostimur.Com|Sanana: Petrus Beda Lama Paha (43) diduga berulang-ulang memperkosa Krisdayanti Palaka (18) gadis yatim piatu asal Desa Auponhia, Kecamatan Mangole Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) hingga saat ini korban sedang mengndung tiga bulan.

Saat diwawancarai, porostimur.com, pada Jumat (24/1/2020) malam lalu, Krisdayanti yang beragama Kristen Protestan ini menuturkan dirinya diperkosa berulangkali dan diancam akan dibunuh bila dirinya menceritakan pada orang lain.

Bahkan ketika sudah hamil, pelaku mengancam dan menyuruh korban untuk tidur dengan seorang lelaki bernama Felix agar keluarga korban mengetahui bahwa korban hamil dengan Felix padahal Felix tidak tahu apa-apa.

Akhirnya karena takut, Felix kemudian pergi untuk mengamankan dirinya ke Desa Lekokadai, cerita Krisdayanti dengan leningan air mata.

Gadis yang tak pernah mengenal bangku pendidikan ini kepada porostimur.com , menjelaskan kronologis kejadian, bahwa kejadian pertama kali terjadi di kebun.

Baca Juga  KPU Halmahera Barat Gelar Bimtek PPK

Korban bercerita dipaksa oleh pelaku dimana celananya dibuka secara paksa dan diperkosa oleh Petrus Beda. Sedangkan kejadian kedua terjadi para- para (tempat mengolah kopra).

Kejadian ketiga terjadi di kebun milik pelaku sedangkan yang ke empat terjadi di rumah pelaku hingga maaf (alat vitalnya berdarah dan sangat sakit) kisah Krisdayanti di tengah isak tangis.

Namun ketika di tanyakan soal hari,tanggal dan bulan kejadian yang menimpa dirinya, dengan polos Krisdayanti mengatakan dirinya tidak ingat.

Di sisi lain, warga Desa Auponhia dibuat geger saat melihat Surat Pernyataan dari Polres Kepsul yang di dalamnya tertera agama pelaku pemerkosaan, Petrus Bada Lama Paha dan istrinya Maria ode Piran yang beragama Katolik.

Baca Juga  2020, DD/ADD di SBB Alami Peningkatan

Padahal menurut Lutfi salah satu warga Desa Auponhia yang saat itu menikahkan Petrus Bada dengan Maria Ode Piran dengan membuat surat pernyataan yang dibubuhi tanda tangan di atas materai 6000 bahwa dirinya akan menganut agama Islam, karena istrinya Maria Ode beragama Islam.

Ilham Ode juga mengaku kaget ketika melihat Maria Ode memimpin jemaat di gereja Katolik padahal sebelumnya masih sholat di masjid.

Ilham mencurugai pasangan suami istri ini kembali memeluk agama Katolik saat keduanya berangkat ke Flores. Sekembalinya dari Flores keduanya menjalani ibadah di Gereja Katolik

Ilham bahkan mencurigai bahwa keduanya masih menggunkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih beragama Islam. (ifo)