Kudeta Myanmar, Sebab dan Apa yang Sebenarnya Terjadi?

oleh -13 views
Link Banner

Porostimur.com | Naypyidaw: Sejumlah orang turun ke jalan di seluruh Myanmar untuk memprotes kudeta yang dilakukan oleh angkatan bersenjata.

Polisi menanggapi aksi demonstrasi itu dengan menembakkan meriam air, peluru karet dan peluru tajam.

Dalam kudeta yang dilakukan pihak militer, pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi kini telah bersama dengan anggota partainya.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi di Myanmar?

Pihak militer Myanmar saat ini telah mengumumkan keadaan darurat di negara itu selama setahun.

Militer merebut kendali pada 1 Februari setelah Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Suu Kyi memenangkan pemilu.

Melansir dari BBC, pihak angkatan bersenjata yang mendukung oposisi, menuntut pemungutan suara ulang dan mengklaim kemenangan yang terjadi sebagai penipuan.

Sementara itu, Komisi Pemilihan mengatakan tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Kudeta sendiri terjadi saat sesi baru parlemen akan dibuka.

Baca Juga  Tokoh dan Pakar Hukum Muhammadiyah Sepakat Gugat Perppu Covid-19 ke MK

Suu Kyi saat ini berada dalam tahanan rumah dan didakwa memiliki walkie-talkie yang diimpor secara ilegal.

Sejumlah pejabat NLD yang lain saat ini juga tengah ditahan.

Siapa yang memimpin Myanmar sekarang?

Kekuasaan di Myanmar saat ini diserahkan kepada panglima tertinggi Min Aung Hlaing.

Ia adalah sosok yang selama ini memiliki pengaruh politik signifikan, berhasil mempertahankan kekuatan Tatmadaw (militer Myanmar) meskipun saat negara itu dalam transisi menuju demokrasi.

Sosok Min Aung Hlaing adalah sosok yang menerima kecaman dan sanksi internasional atas dugaan perannya dalam serangan militer terhadap etnis minoritas.

Usai kudeta, ia mengeluarkan komentar publik pertamanya yang berupaya membenarkan tindakannya dengan menyebut militer berada di pihak rakyat dan akan membentuk demokrasi yang benar dan adil.

Baca Juga  Kapolda Maluku Harap PPKM Berbasis Mikro Berjalan Sesuai Prosedur

Ia menyebut, militer akan mengadakan pemilihan yang bebas dan adil usai keadaan darurat selesai.

Aksi demonstrasi

Aksi demonstrasi masyarakat Myanmar terjadi menanggapi adanya kudeta ini.

Demonstrasi terbesar yang terjadi yakni peristiwa yang disebut dengan Saffron Revolution pada 2007 saat ribuan biksu bangkit memprotes rezim militer.

Aksi demonstrasi kali ini dilakukan termasuk oleh guru, pengacara, murid, pegawai bank dan pegawai pemerintahan.

Melansir Kompas.com (12/2/2021), Jenderal Min Aung Hlaing mengancam akan memberlakukan “tindakan efektif” kepada para demonstran jika mereka tidak berhenti melakukan aksinya dan kembali bekerja.

Pada kamis (11/2/2021) malam, Min Aung Hlaing telah menyerukan agar para pegawai negeri kembali bekerja usai melakukan pemogokan nasional.

Baca Juga  Warga Desa Wailau Digemparkan dengan Penemuan Seekor Buaya

Siapakah Aung San Suu Kyi?

Sosok Aung San Suu Kyi terkenal sejak 1990 karena berkampanye memulihkan demokrasi.

Dirinya menghabiskan 15 tahun dipenjara yakni 1989-2010 setelah mengorganisir demonstrasi yang menyerukan reformasi demokrasi dan pemilu yang bebas.

Ia mendapat penghargaan nobel perdamaian saat menjadi tahanan rumah pada 1991.

Pada 2015 dirinya memimpin NLD dan meraih kemenangan dalam pemilu Myanmar yang diperebutkan secara terbuka dalam 25 tahun.

Reputasi internasional Suu Kyi rusak akibat perlakuan Myanmar terhadap minoritas Rohingya.

Suu Kyi muncul di hadapan Mahkamah Internasional pada 2019 dan membantah tuduhan bahwa militer melakukan genosida.

(red/kompas.com)