Kumolo : Damkar wajib dukung dan lindungi pesta demokrasi 

oleh -21 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Tahun 2018 ini merupakan tahun politik bagi seluruh Bangsa Indonesia.

Pasalnya, bukan saja merupakan tahun persiapan menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 nanti, namun tahun ini juga disemarakkan dengan penyelenggaran Pilkada Serentak pada beberapa daerah tanggal 27 Juni 2018 nanti.

Karena ini, pemadam kebakaran (damkar) juga diharuskan terlibat menjaga kondusifnya pesta demokrasi yang akan segera diselenggarakan itu.

Hal ini ditegaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, usai menghadiri upacara HUT Damkar Nasional ke-99, di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis (1/3).

Link Banner

”Satuan Damkar harus ikut bersama kepolisian, TNI, jajaran Kejaksaan, jajaran Badan Intelijen Negara (BIN), serta PNS dan lainnya, untuk bersama-sama menjaga pesta demokrasi, memilih kepala daerah yang amanah, yang mampu memimpin daerah, yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta yang mampu mempercepat pembangunan yang ada di daerah,” ujarnya.

Baca Juga  Surabaya Banjir, Netizen Malah Salahkan Anies

Meskipun masih sebatas Pilkada Serentak, akunya, namun nuansa dan aroma yang terasa layaknya memasuki Pileg dan Pilpres yang akan digelar 2019 nanti.

Untuk itu, dihimbaunya masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pesta demokrasi dimaksud.

Pasalnya, tingkat partisipasi politik masyarakat, akan menjadi ukuran sukses dan tidaknya Pilkada serentak ini berjalan dengan baik.

Bahkan, dengan tegas dihimbaunya masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah melakukan perlawanan terhadap politik uang.

”Kami mengapresiasi pihak kepolisian yang telah mampu membongkar indikasi politik uang dari oknum-oknum penyelenggara Negara. Politik uang juga jangan sampai dilakukan oleh para pelaku-pelaku dan pengambil-pengambil kebijakan, termasuk tim sukses maupun calon yang ada,” tegasnya.

Baca Juga  Pendukung & Simpatisan Siap Jemput Kedatangan Paslon DAMAI di Jailolo

Menurutnya, politik uang adalah racun demokrasi yang harus  dilawan dalam era pilkada ini.

Begitupun elemen masyarakat yang ada, dimintanya untuk tegas meminta kepada seluruh calon pasangan dalam PilkadaSerentak nanti, agar berkampanye dengan tertib, dengan sejuk, menggerakan maupun mengorganisir masyarakat pemilih.

”Para calon mari adu konsep, adu gagasan, adu ide untuk membangun daerah yang akan dipimpinnya. Jangan kampanye yang berujar kebencian. Jangan kampanye SARA dan jangan kampanye yang berbau fitnah,” pungkasnya. (keket)