Kuota Akpol Maluku Sedikit, Watubun Minta Kapolri Sikapi

oleh -211 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Maluku Benhur Watubun berharap, kedatangan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Maluku dapat menyerap keluhan masyarakat Maluku terkait kuota Akademi Kepolisian (Akpol) bagi putra-putri anak asli Maluku yang jumlahnya sangat sedikit.

Watubun bilang, kedatangan Kapolri ini bukan hanya soal vaksinasi dan keamanan di Maluku, tetapi beliau juga dapat menyerap keluhan masyarakat ini.

“Kunjungan Pak Kapolri ini, kita sebagai masyarakat sudah mengetahui beliau datang dan mesti ada dampak positif yang harus dirasakan oleh masyarakat Maluku. Dalam kaitan dengan kunjungan kali ini sebab tidak hanya melihat soal vaksin, atau tidak hanya mengevaluasi soal keamanan di Maluku,” terang Watubun Kepada Porostimur.com di Baileo Rakyat-Karpan, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga  DPRD Maluku Nilai BPN Kota Ambon Biang Kerok Masalah Lahan Tawiri

Dirinya melanjutkan, kamtibmas dan lain seterusnya, tapi yang paling penting yang utama yang disuarakan oleh rakyat dan masyarakat Maluku adalah kuota calon perwira Polri, tes calon perwira Polri yang selama ini dia didengungkan dan menjadi miris karena hasilnya seolah-olah Maluku dijadikan tempat transit untuk kunjungan dari pada tempat transit bagi orang-orang yang ingin memperoleh kuota secara nasional untuk mengikuti seleksi perwira yang dilakukan di daerah ini.

“Ini yang perlu kami tegaskan dan saya mengharapkan kehadiran ini mesti menyentuh masalah-masalah seperti ini,” jelasnya.

Watubun berharap, Pak Kapolri memperhatikan semua aspirasi ini supaya ke depan sebagaimana visi dan misi Pak Kapolri pada saat beliau memaparkan di hadapan rakyat Indonesia melalui DPR RI.

Baca Juga  Watubun: Larvul Ngabal dan Ain Ni Ain Harusnya Sebagai Landasan Penyelesaian Masalah Pembagian Aset Malra-Tual

“Maka mesti juga harus mendapat perhatian sungguh sebab kalau tidak maka ke depan besok dan seterusnya Maluku tetap masih dijadikan sebagai pelabuhan transit bagi orang-orang yang menggunakan kuota itu. Untuk melakukan seleksi dan anak Daerah atau putra Daerah tidak mendapat porsi atau tidak mendapat tempat dalam proses itu,” tuturnya.

Watubun bilang, kemirisan ini mesti harus dijawab oleh Pak Kapolri setidaknya ke depan maka Kapolri harus menyentuh keresahan masyarakat ini dengan memberi kuota khusus sama seperti dengan provinsi Papua.

“Sebab tanpa itu kita ini penjaga ulayat Republik Indonesia di antara ulayat kita dengan Australia dengan wilayah-wilayah perbatasan yang lain Timor Leste yang disebut penjaga hak ulayat salah satunya Maluku,” tegasnya.

Baca Juga  Kasus Penghinaan Masuk Kejaksaam, Hahury Harap Salmon Ditahan Sebelum Pelimpahan

Watubun menambahakan, tapi kalau mendapat perhatian porsi selalu itu anak-anak muda dari pusat-pusat kekuasaan di Jawa dan lain-lain.

“Saya minta Kapolri dalam kunjungan ini sekali lagi menitikberatkan persoalan ini dia menjadi persoalan utama yang harus disikapi dan mesti dicari solusi yaitu Kapolri memberi kuota khusus kepada putra-putra terbaik Maluku,” tutupnya. (Nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.