Lagi, Bantuan Perumahan Salah Target di Kabupaten SBB

oleh -48 views
Link Banner

@Porostimur.com | Huamual : Lagi-lagi program bantuan pemerintah berupa renovasi atau pemugaran ulang rumah tak layak huni menjadi rumah layak huni, salah sasaran di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Kali ini, pasangan lanjt usia (lansia) asal Duysun Uhe, Desa Iha, Kecamatan Huamual, La Siama (80) dan Wa Nasia (78) yang menjadi korban bulan-bulanan dalam program yang digawangi Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten SBB itu.

Pantauan @porostimur.com di lapangan, Senin (11/11), pasangan lansia ini sudah mengikuti sosialisasi hingga membuka buku rekening bank, namun saat benatuan direalisasikan, ternyata keduanya tidak kunjung menerima bantuan dimaksud.

Mirisnya lagi, bantuan ini malah diberikan kepada pemilik rumah yang notabene masih dalam keadaan bagus dan permanen.

Saat dilakukan penelusuran lebih lanjut, keduanya mengaku bahwa sebelum pendataan oleh petugas lapangan pemberi bantuan, nama keduanya telah direkam dan terdata.

Baca Juga  Prediksi Belanda Vs Montenegro: Laga Penting De Oranje

Bahkan, akunya, keduanya telah melakukan proses tahapan administrasi awal dalam menerima bantuan, seperti mengikuti sosialisasi, pemberian Kartu Tanda Penduduk kepada pengurus dan pembukaan rekening.

Sayangnya, sesalnya, hasilnya di belakang terlihat lain.

Pasalnya, saat bantuan disalurkan kepada penerima bantuan, ternyata nama pasangan separuh baya tersebut tidak ada lagi.

Mirisnya lagi, jelasnya. bahan dasar yang telah terlanjur diberikan kepada pasangan lansia dimaksud, ditarik kembali dan dialihkan kepada warga lain, dengan alasan bahwa terjadi kesalahan dalam tandatangan.

Dimana, seharusnya suami yang menandatangani berkas administrasi bukan istri, sehingga kedunya tidak lagi mendapatkan bantuan tersebut.

”Waktu dong (Petugas Lapangan) turun data dan ambil nama untuk bantuan rumah beta su kasi masuk nama. Deng jua beta  su kasi maso laki pung KTP, Abis dapa suruh Pigi di Gemba , bikin buku bank (rekening-red). Padahal bantuan datang, beta su seng dapa lai. Lalu beta tanya kenapa bias? Dong jawab katanya salah tandatangan, seharusnya beta pung laki yang tandatangan. Asal tau ee, beta laki itu dia su tua, dia tuli, jadi beta ganti dia par urus,” ujarnya menggunakan dilaek setempat.

Baca Juga  Pangdam XVI/Pattimura Beri Kejutan di HUT Bhayangkara Ke-74

Bahkan Wa Nasia yang dikonfirmasi pun menilai bahwa Dinas Sosial dan Dinas Perumahan Rakyat setempat terklesan piulih kasih dalam memberikan abntuan.

”Padahal beta su sewa orang par angka pasir dan batu e, tau-tau bagini su seng dapa lai. Tapi beta sabar sah. Katong ini buta huruf, orang susah, jadi su seng berdaya apa-apa lai,” pungkasnya. (doddy)