Lagi, Dua Pejabat Eselon I Kementerian Kelautan & Perikanan Positif Covid-19

oleh -39 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Dua pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) anak buah Menteri Edhy Prabowo terkonfirmasi positif Covid-19. Keduannya adalah Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti serta Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Hubungan Kerja Sama dan Luar Negeri KKP Agung Tri Prasetyo. “Mohon doa agar beliau-beliau segera pulih dan beraktivitas kembali seperti biasa,” ujar Agung saat dihubungi pada Selasa, 29 September 2020.

Agung mengungkapkan, Artati terindikasi terpapar virus corona pada 8 September 2020. Setelah melalui cek kesehatan ulang, pada 24 September 2020, ia dinyatakan positif Covid-19.

Artati pun menjalani perawatan dan isolasi mandiri. Sedangkan Selamet merupakan pasien positif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala atau OTG. Slamet juga menjalani isolasi mandiri.

Link Banner

Sejak awal September, sejumlah pejabat di lingkungan KKP terkonfirmasi positif Covid-19, termasuk Edhy Prabowo. Edhy sempat menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto. Namun ia telah dinyatakan negatif virus Corona sejak sepekan laku dan saat ini telah kembali ke rumahnya. “Pak MKP (Edhy Prabowo) sehat dan telah beraktivitas di kediaman,” kata Agung.

Baca Juga  Jelang Sholat Jum'at, Unit KBR Gegana Maluku Sterilkan Sejumlah Masjid

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono juga dinyatakan positif tertular virus Corona. Ia wafat pada Senin, 28 September 2020 dan jenazahnya telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon.

Staf Khusus Menteri KKP, Andreau Pribadi, pun dinyatakan positif Covid-19. Dia sempat dirawat bersamaan dengan Edhy dan Aryo di RSPAD Gatot Subroto. Kondisinya mulai pulih setelah menjalani perawatan.

Sebelum sejumlah pejabat tertular virus Corona, Edhy bersama jajarannya bersafari ke beberapa kota, seperti Kupang, Makassar, Ambon, dan Maratua, pada akhir Agustus hingga awal September lalu. Beberapa hari kemudian, para pejabat di Kementerian terkonfirmasi tertular virus.

KKP sempat memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau work from home untuk seluruh pegawai. Namun saat ini, kantor kembali dibuka dengan pembatasan kegiatan perkantoran maksimal 25 persen pegawai dalam satu gedung. (red/tempo)