Lagi Jembatan Penghubung Dusun Fair dan Kota Tual Rubuh

Porostimur.com | Ambon: Jembatan penghubung dusun fair dan maluku tenggara rubuh siang tadi, Selasa (14/1/2019), pukul 14.00 WIT. Sebelumnya Jembatan tersebut ambruk pada Oktober 2018 lalu, namun kembali ambruk pada Januari 2020 setelah direhab oleh BPJN Maluku.

Diketahui pekerjaan jembatan ini dibiayai oleh APBN tetapi mendapat pengusulan dari pemerintah Kota Tual lewat Pemprov Maluku.

Hamid Fakaubun selaku Korwil FL2MI, meminta kepada kejaksaan tinggi Maluku dan DPRD maluku untuk memanggil kontraktor tersebut dan dianggap tidak becus.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat untuk mengawasi proyek tersebut,” pinta Hamid.

Hamid pun mengecam pemegang proyek tersebut, pasalnya proyek yang menggunakan anggaran Negara sebesar 6 Miliar itu pekerjaanya bisa membuat jembatan tersebut bisa ambruk untuk kedua kalinya.

Hamid mengungkapkan masalah ambruknya jembatan ini, harus diteliti penyebab kegagalan konstruksi tersebut. Apakah kesalahan perencanaan perhitungan beban ataukah kelalaian kontraktor pelaksaan serta pengawasannya.

“Kalau memang kelalaian kontraktornya, maka wajib hukumnya Kejati Maluku untuk segera mengaudit anggaran proyek tersebut,” Ungkap Hamid, kepada media ini melalui Telepon Seluler, Selasa (14/1/2019).

Hamid juga menambahkan beberapa konstruksi bangunan tersebut setelah dilihat ternyata menggunakan bahan-bahan lama yaitu besi-besi yang sudah karat. Ternyata itu yang menyebabkan ambruknya jembatan tersebut.

Selain itu, proyek APBN yang memiliki dana sebesar 6 miliar, mempunyai konstruksi bangunan yang tidak memiliki tiang penyangga di tengahnya untuk menahan beban berat. (ebot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: