Lagi-lagi Berkata Kasar, Gubernur Maluku Dinilai Tak Beretika

oleh -1.416 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gubernur Maluku, Murad Ismail, kembali mengeluarkan kata-kata kasar dan tak pantas dikeluarkan oleh seorang pemimpin saat menyampaikan pidato di hadapan publik.

Menyikapai perkataan Gubernur tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Alimudin Kolatletna, menilai sikap pejabat publik yang juga kepala daerah ini tidak beretika, karena melontarkan kata-kata kasar apalagi dalam menyampaikan pidato didepan publik.

“Ini bukan soal Murad Ismail secara pribadi,
tapi soal Gubernur, soal kepala daerah, jadi setiap kata yang keluar dari pejabat publik, kepala daerah terutama Gubernur Maluku itu sendiri mengandung pembelajaran. Jadi pilihan kata untuk disampaikan di ruang publik itu haruslah kata yang tidak mengandung unsur-unsur seperti yang disampaikan oleh saudara Gubernur”, ujarnya kepada wartawan di Kantor DPRD Maluku, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga  Atalanta Terus Mengejutkan di Liga Champions, Menang 4-1 Atas Valencia

Kolatlena bilang, sebagai pejabat publik, etika komunikasi di ruang publik itu harus dijaga dan pemilihan kata harus tepat, serta menghindari kata-kata yang terkesan bar-bar yang tidak mengandung pembelajaran, apalagi pada saat itu Gubernur menyampaikannya di hadapan organisasi-organisasi keagamanan, organisasi terhormat, organisasi-organisasi yang berwibawa.

“Jadi merespon dinamika publik ada aksi demonstrasi, ada kritikan dan lain-lain, harus direspon secara akademik dan bahasanya apalagi disampaikan di hadapan forum yang begitu, jangan berkata-kata yang seperti demikian. Ini kan kesannya mau dibilang emosional, mau dibilang sentimen atau bahkan dibilang kebodohan karena menyampaikan bahasa-bahasa yang sama sekali tidak beretika sebagai seorang pejabat publik”, ucapnya.

Ia pun menyayangkan kejadian ini, pasalnya menurut Kolatlena, sikap Gubernur ini bukan untuk pertama kali, tapi sudah berulang kali dan bisa dikatakan Gubernur sudah terbiasa melontarkan kata-kata kasar, bahkan kata-kata yang mengandung makian di depan publik.

Baca Juga  Usai Gempa, BPBD Halsel Dirikan Tenda untuk Tampung Pasien RSUD Labuha

Untuk itu, Ia berharap, kedepannya orang nomor 1 di Maluku ini harus bisa menahan diri untuk tidak menyampaikan kata-kata yang bar-bar seperti ini.

“Jadi kata-kata yang keluar harus beretika, karena pejabat publik apalagi kepala daerah harus menjaga perkataaannya. Bahasa yang diucapkan ini kan bahasa yang tidak beretika. Untuk itu sebagai seorang kepala daerah ke depan harus dijaga, karena setiap kata yang keluar oleh pejabat publik mengandung pembelajaran. Nah ini jauh sekali dari unsur pembelajaran, ini hanya bisa direspon oleh orang-orang yang tidak mengenal pendidikan. Seharusnya dapat direspon secara akademik, bahasanya juga bahasa yang mengedukasi bukan bahasa seperti itu dan ini bukan kali pertama, jadi kita harus sampaikan sebagai pejabat publik, kita harus jaga pilihan kata dalam bertutur”, harapnya.

Baca Juga  Pasutri Ini Akhirnya Ungkap Alasan Buka Layanan Main Bertiga, Oh Ternyata

Untuk diketahui, pernyataan Gubernur yang menjadi perbincangan hangat di kalangan publik itu, dilontarkan Gubernur, Murad menanggapi aksi demo tolak PPKM yang belakangan ini sering terjadi di Kota Ambon.

“Jangan terpengaruh oleh itu apa, kaskadu kaskadu (kurap) itu yang cuma berapa ekor, tapi selalu buat…, sekali-sekali masyarakat Maluku kompak, kumpul la pukul mereka sampai t*i keluar dari pantat,” kata Murad dalam sambutannya di Paroki Katholik Maria Bintang Laut, Senin (26/7/2021). (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.