Lagi, LSPD gelar dialog kebangsaan

oleh -46 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Guna meneguhkan komitmen kebangsaan dan cinta tanah air di kalangannya, pemuda Maluku menggelar dialog Hotel Amboina, Selasa (27/2).

Dialog kepemudaan ini turut dihadiri Ketua umum PERMAHI Cabang Ambon, Meizar Saputra, Direktur Lembaga Studi Politik dan Demokrasi, M. Aziz Tuny, mewakili Danrem 151/Binaiya, Mayor (Inf) Yoyo, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso, Ketua Umum Badko HMI Maluku-Maluku Utara, Bansa Hadi Sela.

Komitmen kebangsaan dan cinta tanah air Maluku tidak bisa dipungkiri lagi.

Hal ini ditegaskan Ketua PERMAHI Cabang Ambon, Meizar Saputra, dalam sambutannya.

Link Banner

Menurutnya, tidak mudah bagi salah satu berbangsa dan bernegara di tengah-tengah keanekaragaman dan di tengah persoalan yang begitu kompleks bahkan tidak cukup.

Gempuran nilai-nilai yang selaras dengan pengaruh dinamika global dewasa ini yang tidak mampu ditahan, tegasnya, mengakibatkan rusaknya tatanan nilai yang ada, sehingga terjadinya dekadensing yang berdampak pada runtuhnya nilai kebangsaan dan cinta tanah air.

Baca Juga  Sosiolog UI: Lihat Italia, Virus Corona Bukan Hal Main-main

”Menurutnya disinilah perlu kiranya untuk menumbuhkan kembali komitmen kebangsaan dan cinta tanah air dengan mengedepankan semangat perstauan dan bersumber dari ideologi yang kita miliki yakni Pancasila. memang tak bisa dipungkiri juga Pancasila sebagai ideologi dasar negara kita bawahannya Pancasila sebagai ideologi dasar negara kita, telah digabung dengan ideologi-ideologi lain yang kiranya berdampak mengakibatkan delegasi nilai nilai Pancasila oleh Karena itu kita sebgai pemuda Maluku yang mempunyai tugas sebgai agen, pembawa perubahan kita harus mampu mempunyai formulasi yang baru untuk bagaimana mampu kembali kita dapat menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan pemuda Maluku,” ujarnya.

Kesempatan yang sama, Direktur Lembaga Study Politik dan Demokrasi, M. Azis Tuny, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi keterlibatan pemuda dalam sesi dialog yang digelar pihaknya ini.

Baca Juga  Wujudkan "Ambon City Of Music", Pemkot Siapkan Kurikulum Musik

”Kami dari Lembaga Study Politik dan Demokrasi melaksanakan kegiatan dialog ada dialog kebangsaan, dialog publik, dialog pemuda karena temanya hari ini adalah pemuda ada dua dialog yaitu nanti pada pagi dan pada sore juga pada pukul 4 sore akan kita rencanakan bicarakan soal pemuda dan peranan pemuda sebagai agen perubahan bangsa,” tegasnya.

Acara semacam ini jelasnya, sering digelar pihaknya dalam selang 1 tahun terakhir, dengan maksud sebenarnya ingin menjerumuskan budaya interaksi budaya dialog yang nyaris kurang.

”Berbeda dengan kita yang berada di Jogja, di Jakarta, di kota lain bahkan di Makassar, itu budaya diskusinya lumayan maju berkembang. Dialog kajian dan sebagainya, kita ingin hal yang sama, positif seperti itu juga ada di daerah yang kita cintai ini, yakni Maluku,” timpalnya.

Baca Juga  AJI Makassar Kutuk Kekerasan Polisi Terhadap Jurnalis Saat Liput Unjuk Rasa

Ditambahkannya, tema kebangsaan yang didialogkan bisa dimulai dari soal bagaimana membangun rasa cita tanah air, membangun wawasan kebangsaan, dan membangun komitmen kebangsaan, dan juga bahkan isu isu yang sangat keras dan ancaman toleransi, kemajemukan dan bahkan berbicara soal hoax, dan hal-hal yang kemarin seperti Perda Ormas pun pernah didiskusikan bersama.

”Sesi ini akan menjadi penting sekali bagi kita sekalian, karena masa depan bangsa ini terletak pada seluruh pemuda yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (Febby Sahupalla)