Lagi, penambangan Gunung Botak telan 2 korban jiwa

oleh -153 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Kegiatan penambangan mineral di bilangan Gunung Botak, Kabupaten Pulau Buru, kembali menelan korban.

Kali ini, longsoran tanah pada badan gunung (puritan) akhirnya menimbun 4 orang penambang.

Informasi yang dihimpun wartawan dari tubuh Kepolisian Pulau Buru, menyebutan longsoran tanah ini terjadi di lokasi paritan Dompeng milik Lis Towely alias Mama Seram, di Areal Peti Pagar Seng, Gunung Botak, Kamis (2/8), sekitar pukul 22.00 Wit.

Dua penambang yang tertimbun longsoran tanah akhirnya meninggal, yakni warga Jawa Barat, Ner (30) dan warga Skilale, Luther Lehalima (43).

Sementara dua penambang lainnya mengalami luka-luka, yakni warga Jawa Barat, Bani (41) dan Aji (42).

Baca Juga  Ambon Jazz Plus Festival 2020 Digelar Virtual

Keterangan yang berhasil dihimpun aparat kepolisian di lokasi kejadian, insiden ini berawal ketika para pekerja dompeng di paritan milik Mama Seram sementara mematikan mesin, guna mencuci karpet, sekitar pukul 21.45 Wit.

Seperti biasa, masyarakat penambang yang akrab disebut kodok-kodok mulai masuk ke dalam paritan untuk melakukan penambangan.

Namun tiba-tiba terjadi lonsor pada badan gunung/paritan sehingga mengakibatkan 4 orang penambang tertimbun longsoran, sekitar pukul 22.00 Wit.

Kedua korban meninggal dunia akhirnya bisa dievakuasi melalui jalur lokpon menuju ke Dusun Debowae untuk disemayamkan, sekitar pukul 01.30 Wit dan tiba di tujuan pukul 04.40 Wit.

Menurut keterangan rekan korban, Ner direncanakan akan disemayamkan di Unit 18 Dusun Debowae, hari ini pukul 07.00 Wit.

Baca Juga  Pemprov Maluku Utara Anggarkan Rp 5 Miliar Dana Masa Transisi Gempa Halsel, di APBD-P 2019

Sementara jenasah Luther Lehalima langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Skilale. (pt-03)