Lagi, penjambretan terjadi di Kota Ambon

oleh -48 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Salah satu kasus kekerasan yang mulai marak terjadi di Kota Ambon yakni penjambretan, dengan target khusus para wanita.

Kali ini, sepasang suami istri yang sedang berboncengan dari arah Tugu Trikora menuju ke daerah Kudamati, menjadi sasaran tindak kriminal.

Sesuai laporan polisi yang diterima wartawan di Ruang Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Rabu (21/2), menyebutkan IRT sekaligus Guru PNS, Endang Sinay (36), yang sedang berboncengan dengan suaminya, dijambret orang tak dikenal di ruas jalan depan Pasar Tagalaya Batu Gantong, Kecamatan Nusaniwe, Sabtu (17/2) sekira pukul 06.00 WIT.

Ternyata keduanya sudah dibuntuti pelaku dan baru dijambret tepat di ruas Jalan Dr Tamaela, tepatnya areal Pasar Tagalaya Batu Gantong.

Link Banner

Ketika keduanya tepat berada di TKP, tiba-tiba dari arah belakang muncul OTK yang berboncengan dengan temannya menggunakan sepeda motor bernopol DE 4110.

Baca Juga  Postingan FB Ali Key, picu konsentrasi massa di Kota Tual

Sempat terjadi aksi tarik menarik antara pelaku dan korban.

Namun kalah tenaga dengan pelaku, tak ayal tas gantung milik korban berwarna putih pun berikut seluruh isinya berhasil dipindahtangankan pelaku.

Setelah berhasil melaksanakan aksinya, kedua pelaku memacu kendaraan menuju ke arah Tanah Lapang Kecil (Talake).

Meskipun sudah memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi untiuk mengejar kedua pelaku, korban bersama suaminya tetap saja tak mampu mengejar dn menangkap pelaku.

Keduanya pun mendatangi Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease guna melaporkan insiden dimaksud.

Kerugian material yang diderita korban antara lain 1 buah Hand Phone Samsung J2 Prime warna silver, 3 buah mutiara, 1 buah flashdisc dan kartu karpek elektrik, 1 buah SIM berserta BPKB dan surat-surat berharga lainnya.

Baca Juga  Forkopimda Halbar Akan Turun Memantau Harga Sembako

Tindak pidana pencurian dengan kekerasan dimaksud melanggar Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun penjara.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Satuan Reserse Kriminal (Satrskrim) Polres P. Ambon dan Pp. Lease masih menyelidiki kasus penjambretan ini. (keket)