Lagi, tim gabungan amankan 1 napi

oleh -42 views
Link Banner

@Porostimur.com | Manokwari : RR alias Adi Bolana (33), warga binaan Lapas Kelas IIB Manokwari yang disinyalir menjadi otak dari insiden kaburnya belasan napi lainnya, Minggu (22/4), berhasil diringkus tim gabungan Polda Papua Barat dan dikembalikan lagi kepada pihak lapas, Selasa (24/4).

Kronologis yang dihimpun Porostimur.com dari tubuh Polda Papua Barat menyebutkan RR diringkus tim gabungan di kompleks Sanggeng Dalam, tepatnya di belakang Tempat Hiburan Malam (THM) Double Q, Selasa (24/4) sekitar pukul 08.00 Wit.

Informasi lain yang diperoleh, sebelumnya penangkapan dilakukan terhadap napi berinisial AB, dan beberapa rekannya yang diketahui bersembunyi di salah satu rumah kosong di Komplek Fanindi St.

Baca Juga  Demo Rusuh, PLN Putus Aliran Listrik se-Jayapura

Sayangnya, penangkapan dimaskud belum membuahkan hasil.

Pasalnya, disinyalir informasi penggrebekan dimaksud sudah diketahui lebih dahulu oleh para napi.

Napi RR alias Adi Bolana (33)

Terpisah, ketua tim gabungan dari Jatanras Polda Papua Barat, AKP Ginting, dalam keterangannya kepada wartawan, juga membenarkan penangkapan kembali RR.

Diakuinya, pihaknya berkoordinasi dengan Lapas Klas IIB dengan Polres Manokwari, untuk mengejar dan menangkap serta mengembalikan para narapidana ke lapas pasca insiden dimaksud.

Dan dari total 16 napi yang melarikan diri, tegasnya, pihaknya berhasil mengamankan dan mengembalikan 5 orang napi.

Begitupun kepada 11 napi yang masih berada tempat di tempat persembunyian, dihimbaunya untuk segera menyerahkan diri kembali ke lapas.

”Jadi saat insiden tersebut, kita saling koordinasi antara lapas dan polres, untuk menangkap dan mengembalikan mereka ke lapas. Jadi dari 16 narapidana yang kabur, kami sudah berhasil amankan 5 orang. Kami harapkan dan himbau bagi narapidana dengan kesadarannya dapat kembali ke lapas, untuk habiskan sisa masa penahanan, agar tidak ada lagi aksi kejar-kejaran seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga  Tiga Film Lebanon dengan Jalan Cerita Menarik dan Berlatar Tempat di Beirut

Kelima napi yang ditangkap tadi, jelasnya, seluruhnya diringkus pada lokasi yang berbeda.

Saat penangkapan, akunya, para napi tidak melakukan perlawanan, karena para napi itu bukan berasal dari Manokwari, sehingga sangat kecil kemungkinan mereka untuk melarikan diri lebih jauh.

Meski demikian, tambahnya, pihaknya terus mengutamakan cara persuasif dalam proses penangkapan, dengan mengajak mereka untuk kembali ke lapas.

”Ada yang sebagian ditangkap tidak jauh dari sini, dan ada juga sebagian yang ditangkap di luar, oleh tim gabungan dari Polres Manokwari, Polda Papua Barat, maupun personil Lapas Manokwari. Saat penangkapan, mereka tidak melakukan perlawanan, karena mereka bukan orang Manokwari, jadi mau lari kemana juga mereka tidak bisa. Kami juga tetap utamakan cara persuasif, dan kita ajak mereka kembali ke lapas,” pungkasnya. (jefri)