Laka lantas di Passo, Satlantas Polres Ambon masih pulbaket

oleh -173 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Menelusuri kebenaran di balik kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mengenaskan yang menewaskan tukang ojek asal Passo, Freddy Pattirajawane, Minggu (25/3), pihak Satuan Lalu Lintas (Lantas)  Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease telah memanggil dan memeriksa pengemudi Honda Brio bernopol DE 1579 AH, Jimmy Sitanala yang saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Maluku tengah (Malteng).

Hal ini dibenarkan Kasat Lantas Polres P. Ambon dan Pp. Lease, AKP Muhammad Bambang Suryawiharga,S.Ik, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Kamis (29/3).

Selain JS, akunya, seorang penumpang Honda Brio yang merupakan pegawai OJK Maluku, Stella Matitaputty, juga telah dimintai keterangannya.

”Keterangan yang peroleh dari saudara JS, bahwa saat itu dirinya bersama saudara SM baru dari rumah keluarga besarnya yang berada di suli, untuk mengambil buras untuk acara SIDI. Dan ketika mereka hendak balik, setibanya di TKP mereka mengalami kecelakan,” ujarnya.

Link Banner

Menurutnya, sempat ada perbedaan keterangan antara saksi, dimana salah satu saksi mengatakan SM yang mengemudi Honda Brio tersebut.

Baca Juga  Zidane, Anak Hilang yang Kembali Ditemukan Real Madrid

Namun ada saksi lainnya yang menegaskan bahwa JS adalah pengemudinya.

Selain itu, jelasnya, keduanya tidak melarikan diri karena tidak mau bertanggung jawab melainkan menghindari amukan massa dan memilih berlindung ke sebuah gedung gereja di sekitar lokasi kejadian.

”Waktu kecelakan saudara J.S dan S.M sempat melarikan diri untuk berlindung di gereja yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Menurut pengakuan saksi sebelumnya bahwa saudara S.M yang menyetir, akan tetapi dari pengakuan J.S sendiri bahwa dirinyalah yang menyetir mobil. Dan kami sudah menemukan saksi kunci,  yang mana dirinya melihat  bahwa bukan S.M yang menyetir. Karna saksi kunci ini melihat ketika kecelakaan saudara S.M keluar dari pintu sebelah kanan bagian belakang, karna saat kecelakaan pintu depan sebelah kiri tidak bisa terbuka,” jelasnya.

Baca Juga  5 Fakta Menarik Kemenangan Arsenal di Community Shield

Sesuai data dan keterangan yang berhasil dihimpun, tegasnya, saat kecelakaan JS yang terlebih dahulu keluar, dan saat keluar dirinya keluar dari pintu kanan depan.

”Saat JS berhasil keluar itulah, kemudian JS membantu mengeluarkan saudara S.M,” tegasnya.

Selain kronologis, pengumpulan bahan keterangan dan bukti yang masih harus disusun pihaknya, terangnya, masih ada kendala lain yang harus diuhadapi pihak penyidik, yakni status JS yang merupakan anggota aktif pada DPRD Kabupaten Malteng.

”Sementara ini dilakukan pengumpulan bukti terlebih dahulu dan pemeriksaan saksi. Barulah JS diproses atau akan melakukan penyuratan ke DPRD guna ijin untuk pemeriksaan,” timpalnya.

Karenanya, tambahnya, pihaknya masih harus berkoordinasi dengan pihak Direktorat Hukum (Ditkum) Polda Maluku untuk izin pemeriksaan atas yang bersangkutan.

Baca Juga  Peduli Gempa, GPPM dan KIM Salurkan Bantuan ke Pengungsi di Baguala dan Salahutu

”Sampai saat ini saudara JS belum bisa diperiksa, saya harus konfirmasi dulu dengan Ditkum Polda. Dan karena harus sesuai dengan UU No 2 tahun 2018 MD3, tentang harus adanya surat izin dari DPRD untuk memberikan izin untuk pemeriksaan,” pungkasnya. (keket)