Langgar Ketentuan Pilkada, Dua Anggota DPRD Kepuluan Sula Jadi Tersangka

oleh -134 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Akibat melanggar ketentuan penyelenggaraan Pilkada, dua Anggota DPRD Kepulauan Sula kini ditetappkan sebagai tersangka. Keduanya adalah MN dan AU.

Selain dua oknum Anggota DPRD tersebut, Polisi juga mentersangkakan ketujuh tim sukses pasangan calon Pilkada.

Mereka yang ditersangkakan adalah 6 orang jurkam HT-UMAR berinisial BS, SN, SD, SB, NS dan AU serta 1 jurkam FAM-SAH berinisial JU.

Kepala Satuan Reskrim (Kasatreskrim) Polres Kepulauan Sula, AKP Paultri Yustiam mentatakan, ketujuh orang jurkam tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pemilu pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Intinya kasus ini sudah tahap penyidikan, sudah dimintai keterangan semuanya. Pemeriksaan saksi juga sudah, dan penetapan tersangka juga sudah. Tinggal nanti penbahasan ketiga,” katanya, Selasa (21/10/2020) di Sanana.

Baca Juga  Curi Pistol Milik Polisi, Dua Pemuda Tulehu kini Meringkuk di Sel Tahanan

Paultri bilang, pada pembahasan ketiga, dilakukan dengan pihak Bawaslu Kepulauan Sula untuk menuju ke tahap I kasus tersebut.

“Semua sudah dimintai keterangan. Tapi, masih ada satu yang katanya masih di luar kota,” ungkapnya.

Akan tetapi, Paultri bilang, meskipun ada yang belum memberikan keterangan dalam kasus ini, dia berharap agar seluruh pihak bisa lebih kooperatif.

“Satu yang belum memberikan keterangan itu inisialnya MN, yang memang masih di luar kota,” bebernya.

Untuk itu, Paultri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan keterangan untuk memudahkan proses penyidikan, mulai dari memberikan keterangan kepada penyidik untuk kasus ini lebih terang, baik yang sudah datang ataupun yang belum datang, diharapkan bisa mematuhi kegiatan ini.

Baca Juga  Polisi Ancam Warga yang Keluyuran di Tengah Pandemi Corona dengan Rotan

“Jadi kegiatan ini, kita kan dari pembahasan kedua ke penyidikan, nanti kan kasus ini di pembahasan ketiga untuk bagaimana bisa ke tahap I kah, ataukah bagaimana statusnya,” tandasnya.

Untuk yang belum hadir pemeriksaan, sambung Paultri, nanti dibahas pada pembahasan ketiga. Pada intinya, dalam Gakkumdu sendiri, semua keputusan itu ada pembahasannya.

“Pada pembahasan ketiga, nanti diputuskan bagaimana, ya mudah-mudahan lancar,” terangnya. (red/tsc)