Lantamal IX Gelar Nobar Pertempuran Laut Arafura

Porostimur.com | Ambon: Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal IX) Laksamana Pertama TNI Budi Purwanto ST., M.M., didampingi Danguspurla Armada III Laksamana Pertama TNI Rudi Aviantara IH., S.E., M.Si., M.Tr. (Han), beserta seluruh Prajurit Lantamal IX dan prajurit Guspurla Armada III gelar nonton bareng pemutaran film Dokumenter A BRAVE GENTLEMEN perjuangan Komodor Yos Sudarso dalam pertempuran laut Arafuru melawan Belanda di Gedung J. Leimena. Senin, (20/01/2020)

Pertempuran laut Arafuru yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1962 telah tercatat sebagai pertempuran laut paling heroik dalam sejarah Indonesia.

Tiga kapal cepat ALRI jenis Motor Torpedo Boat atau MTB, yaitu RI Harimau, RI Matjan Tutul, dan RI Matjan Kumbang harus berjibaku melawan tiga kapal kombatan dan sebuah pesawat udara kerajaan Belanda.

Ketiga MTB yang tergabung dalam Satuan Tugas Chusus-9 atau STC -9 ini, sebenarnya mengemban tugas infiltrasi mendaratkan pasukan angkatan darat di timur Kaimana sebagai langkah awal perjuangan Trikora.

Sesuai dengan rencana operasi, unsur-unsur STC-9 harus kembali ke pangkalan manakala posisinya diketahui musuh. Namun armada tempur Belanda terus mengejar dan menyerang tiga MTB ALRI ini.

Di tengah situasi genting dengan kekuatan yang tidak seimbang itu, deputi men-KSAL Komodor Yos Sudarso yang berada di RI Matjan tutul sebagai senior officer present afloat mengambil alih komando kapal tersebut dengan melakukan manuver menyongsong gerak maju tiga kapal kombatan Belanda, sehingga serangan semua kapal musuh tertuju pada RI Matjan Tutul.

Kumandang “Kobarkan Semangat Pertempuran” yang diserukan oleh Komodor Yos Sudarso lewat radio telefoni, mengiringi perlawanan RI Matjan Tutul menghadang armada musuh yang lebih unggul kekuatannya.

RI Matjan Tutul tenggelam secara gentle and brave bersama Komodor Yos Sudarso yang gugur sebagai kusuma bangsa. Pengorbanan pahlawan samudera itu justru mengobarkan sentimen nasional untuk segera mengembalikan Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi dan berhasil diwujudkan pada tanggal 1 Mei 1963.

Pemutaran film Ini menggambarkan bahwa prajurit TNI AL akan selalu mengenang jasa para pahlawan dan siap melanjutkan perjuangan di setiap penugasan dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Selesai nobar diadakan kuis pertanyaan seputar tayangan Film tsb, bagi anggota yang dapat menjawab dengan benar mendapat suprise hadiah. Hadir dalam kegiatan ini, Para Asisten Danlantamal IX, KS Guspurla KOArmada III, Para Asisten Danguspurla Koarmada III, Para Kasatker di Jajaran Lantamal IX, Para Perwira, Bintara, Tamtama, PNS Lantamal IX dan Personil Guspurla Koarmada III. (ebot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: