Lantaran Harta, Anggota DPRD Malut ini Dilaporkan ke Polisi

oleh -165 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Lantaran harta warisan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara, Wahda Z. Imam, dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut.

Wahda diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan harta milik almarhum istrinya.

Laporan tersebut berdasarkan surat tanda penerima laporan nomor STPL/60/VI/2021/SPKT/Polda Maluku Utara yang ditujukan terhadap pelapor Wahda Z. Imam.

Wahda yang juga kader Partai Gerindra itu diketahui telah menikah dengan Velti Joshua yang merupakan ibu dari Stanley Sugiarto, Richard Sebastian Sugiarto dan Lovely Nathania Sugiarto.

Setelah Velti meninggal dunia beberapa waktu lalu, ketiga anaknya yang mengaku sebagai ahli waris empat unit rumah toko (ruko) yang terletak di Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate itu, meminta haknya kepada Wahda. Namun Wahda tak mau memenuhi permintaan ketiga anak almarhum Velti.

Baca Juga  Emak-emak Pedagang Pasar Aksi Palang Jalan Minta Polisi Bebaskan Mahasiswa

Tiga bersaudara tersebut melalui kuasa hukumnya, M. Bahtiar Husni dalam konferensi pers, Rabu (9/6/2021), mengatakan hari ini dirinya bersama ahli waris telah melaporkan Wahda ke Polda Maluku Utara.

“Kita telah laporkan secara resmi terkait dengan perbuatan yang dilakukan oleh WZI dengan dugaan tindak pidana penggelapan maupun penyerobotan,” jelas Bahtiar kepada awak media.

Bahtiar menambahkan, laporan tersebut mengenai salah satu harta yang ditinggalkan ibu dari tiga kliennya yang saat ini masih dikuasai Wahda.

“Kami sudah ingatkan untuk keluar baik-baik, untuk diserahkan kepada ahli waris, akan tetapi tidak diindahkan oleh WZI. Untuk itu kami mengambil langkah tegas,” akunya.

Bahtiar bilang, harta berupa ruko empat unit ini merupakan milik ibu kliennya sebelum menikah dengan Wahda. Pihaknya memiliki bukti berupa sertifikat ruko atas nama ibu kliennya.

Baca Juga  Pulang debat kandidat, saling dorong kubu Santun vs kubu Baileo

“Ini jelas haknya ketiga klien kami. Ruko tersebut dibeli ibu klien kami, tidak ada kaitannya dengan WZI. Ada surat pernyataan yang ditandatangani ibu klien kami dengan mantan suaminya, seluruh harta yang bergerak atau tidak bergerak itu dikembalikan kepada anak-anak,” pungkasnya.

(red/cermat)