Lantik Kepala Ohoi, Hanubun Ingatkan Jangan Terlibat Politik Praktis

oleh -48 views
Link Banner

Porostimur.com, Langgur – Sebanyak delapan kepala ohoi/kepala desa di Kabupaten Maluku Tenggara kembali dilantik pada Kamis, (16/6/2022), setelah seluruh berkas pencalonan memenuhi syarat.

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mengingatkan semua pihak, teristimewa para calon kepala ohoi agar mentaati serta menghormati semua proses yang ada sehingga tidak terjadi polemik di masyarakat.

Ketegasan ini mengingat pengalaman yang terjadi, setelah semua proses berjalan hingga pada proses pelantikan sudah selesai barulah terjadi protes.

“Harusnya jika ada yang merasa keberatan terhadap sebuah proses pelantikan Kepala Ohoi, hendaknya aksi protes tersebut ada pada ranah penguhan oleh raja, jika proses pengujian itu selesai maka pemerintah daerah pada prinsipnya hanya mengakomodir,” kata dia.

Di kesempatan yang sama Hanubun mengajak kepala ohoi yang baru dilantik agar ikut serta memperjuangkan Maluku Tenggara Raya sebagai provinsi yang memiliki ciri khas pakaian adatnya sendiri.

Baca Juga  Bupati Maluku Tenggara Ajak Semua Elemen Promosikan Produk Lokal

Hal lain yang ditekankan adalah pengelolaan uang rakyat hendaknya digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan kepala ohoi sendiri.

Bupati Hanubun juga menyampaikan terimakasih kepada pemuka agama (pastor) para raja beserta seluruh yang terlibat dalam proses termasuk TNI dan Polri yang tidak henti-hentinya menjaga keamanan.

Pesan khusus disampaikan bagi para raja, agar kiranya ada kepala ohoi yang belum hendaknya segera memproses sehingga semua ohoi akan ada kepala ohoi definitif, namun tentu harus digaris bawahi bahwa semua tahapan serta prosesnya tidak ada masalah.

“Hari ini saya melantik delapan kepala ohoi dan pada hari sebelumnya saya melantik Kepala Ohoi Langgur jadi total sembilan orang kepala ohoi. Sebenarnya jumlah keseluruhan yang harus dilantik sebanyak 12 orang, namun terbentur dengan persoalan administrasi yang belum lengkap,” ucap Hanubun.

Baca Juga  Bupati Malra Minta BKSDA Maluku Cari Solusi Konservasi Laut Kei Kecil

“Bagi kepala Ohoi yang belum dilantik kiranya dapat berkoordinasi dengan camat di wilayah masing-masing agar mempersiapkan seluruh persyaratan, karena masyarakat menaruh harapan besar jika calon yang sudah disepakati akan dilantik oleh bupati, namun terbentur dengan masalah administrasi yang belum tuntas,” sambungnya.

Selain itu kata Hanubun, ada juga calon kepala ohoi yang berkasnya telah memenuhi syarat, namun terbentur karena yang bersangkutan masih sebagai pejabat, olehnya itu sebagai syarat maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri enam bulan sebelum pelantikan.

Hanubun menegaskan saat ini ini kita telah memasuki tahapan Pemilu, sehingga yang mencalonkan diri juga sudah dapat d pastikan tidak bermasalah, namun jika sedikit saja gejolak maka dipastikan tidak akan dilantik sampai pada tahun 2024.

Baca Juga  Bukan Barang Terlarang, Menteri Pertanian Tetapkan Ganja Sebagai Tanaman Obat

Untuk itu bagi kepala ohoi yang baru saja dilantik bersama istri, kira setelah kembali ke ohoi terus mengabdikan diri bagi masyarakat, karena msayarakat lagi menunggu hasil karyamu, demi kesejahteraan warga masyarakat setempat.

Hanubun juga meminta kepala ohoi yang baru dilantik hendaknya merangkul semua kalangan dan selanjutnya membentuk struktur ohoi

“Jangan terlibat dalam politik praktis, karena langkah serta sepak terjang akan selalu terpantau oleh Saya,” tutup Hanubun. (Saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.