Latumairissa: Melalui HUT Jemaat Rehoboth Ada Syukur, Introspeksi dan Langka Strategis Bagi Pelayanan

oleh -182 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Melalui proses yang panjang mulai dari pembentukan Tim penulisan sejarah Jemaat GPM Rehoboth maka telah ditetapkanlah tanggal 10 Juli sebagai HUT Jemaat GPM Rehoboth.

Proses ini mulai dari penulisan buku sampai dilakukan diskusi panel penelusuran sejarah Jemaat GPM Rehoboth yang berlansung di Gedung Gereja Betlehem Jemaat GPM Rehoboth pada tanggal 11 Mei 2017 dengan melibatkan tim penulisan sejarah Pdt Dr Tapilatu, Pdt Dr Aliona dan Prof Jhon Patikaihatu sebagai pembicara.

Dan dalam diskusi panel tersebut dirumuskn 3 hal yg dapat dijadikan dasar penetapan hari ulang jemaat antara lain : tanggal baptis orang pertama di jemaat, keputusan sidang gereja dan tanggal pemekaran, maka disepakati tanggal 10 Juli 1904 sebagai hari lahir Jemaat GPM Rehoboth, sebab pada tanggal 10 Juli 1904 itu terjadi pemekaran Jemaat Bandar Ambon menjadi beberapa jemaat termasuk Jemaat GPM Rehoboth.

Baca Juga  Usai Shalat Jumat Kapolsek Sulabesi Barat Menyampaikan Pesan Kamtibmas di Desa Wai Gai

Hasil panel diskusi itulah yang menjadi dasar pelaksanaan HUT Jemaat GPM Rehoboth dan perayaan HUT Jemaat GPM Rehoboth pertama kali dilakukan pada tanggal 10 Juli 2017 yang berlangsung di Kristian Center.

Link Banner

HUT pertama ini dilakukan dalam Kepemimpinan Pdt Anes Souhoka sebagai Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth dan berlangsung meriah.

Kemudian pada tahun 2018 sampai 2019 HUT Jemaat GPM Rehoboth ditangani oleh Panitia Hari Besar Gerejawi (PHBG) yang dibentuk oleh Majelis Jemaat GPM Rehoboth.

Untuk Tahun 2020 Jemaat GPM Rehoboth memasuki usia ke 116 namun menjelang usia ini, Kota Ambon sementara ada dalam situasi darurat pelayanan sehingga tidak dapat melaksanakan kegiatan-kegitan menjelang HUT dan pada saat HUT hanya bersifat doa syukur umat di rumah-rumah dan dalam Ibadah Minggu tanggal 12 Juli 2020 nanti.

Wakil Ketua Majelis GPM Rehoboth, Phil Latumairissa, berharap agar dengan usia Jemaaat GPM Rehoboth yang sudah 116 tahun ini sebagai Pelayan dan Anggota Jemaat lebih dewasa dalam iman dan pelayanan, termasuk berbagai potensi Jemaat ini dapat didayagunakan secara optimal untuk kepentingan pelayanan Jemaat Rehoboth.

Baca Juga  Maluku Utara Pionir Industri Bahan Baku Baterai Mobil Listrik Akan Produksi Akhir 2020

Lanjutnya, dengan kondisi warga jemaat yang memprihatinkan akibat Covid-19 ini harus direspons oleh Majelis Jemaat dengan langkah-langkah kongkrit untuk menolong warga jemaat dengan tugas-tugas pastoral dan pemberdayaan umat.

“Melalui HUT Jemaat GPM Rehoboth ke 116 mari kita tetap bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan Yesus kepada kita komponen Jemaat Rehoboth sehingga kita sudah memasuki usia ke 116 tahun sebab hanya Anugerah Tuhan Yesus saja kita sampai diusia seperti ini,” harap Latumaerissa.

Sebagai pribadi dan Majelis Jemaat Latumaerissa menyampaikan terima kasih kepada para Pelayan Khusus, Majelis Jemaat, Pengurus Unit, Pegurus Wadah-wadah, Pengutur AMGPM, Pengasuh, Para Tuagama, Tenaga Administrasi dan badan-badan pembantu yang selama ini telah melayani di Jemaat ini seluruh jerih payah semua orang tetap diberkati Oleh Tuhan Yesus Kepala Gereja.

Baca Juga  Tulalessy: Anak-Anak Maluku di Jakarta adalah Aset untuk Membagun Maluku

Bagi Latumaerissa, momentun HUT Jemaat GPM Rehoboth ini ada 3 hal yang harus di maknai oleh seluruh Warga Jemaat, antara lain : ucapan syukur, momentum intropeksi diri atas apa yang sudah kita buat dan yang belum kita buat dan selanjutnya kita mengambil langkah untuk menetapka kebijkan dan program pelayanan ke depan demi dan untuk jemaat ini. (olof)