Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) di Maluku-Malut Belum Maksimal

oleh -13 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Provinsi Maluku dan Maluku Utara menerima hasil monitoring dan evaluasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!).

Dari hasil monitoring dan evaluasi secara keseluruhan bagi Provinsi Maluku dan Maluku Utara, Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) belum maksimal.

Oleh sebab itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) meminta kedua provinsi tersebut agar meningkatkan performanya dalam menindaklanjuti aduan masyarakat.

Diketahui, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi SP4N-LAPOR! 2020, angka keterhubungan SP4N-LAPOR! berdasarkan kepemilikan surat keputusan (SK) di Provinsi Maluku baru mencapai 42 persen atau lima instansi pemerintah (IP).

Link Banner

Sementara, angka keterhubungan SP4N-LAPOR! di Provinsi Maluku Utara berdasarkan kepemilikan SK adalah 45 persen yaitu lima IP sudah memiliki SK Tim SP4N-LAPOR!.

Baca Juga  Dit Reskrimsus Polda Maluku Limpahkan Berkas Tersangka Korupsi Bank BNI Ambon ke Kejaksaan

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Deputi Sistem Informasi Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Yanuar Ahmad pada kegiatan Focus Group Discussion Review Tindak Lanjut Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – LAPOR! Tahun 2020 Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, Rabu (07/10/2020).

Menurut Yanuar, kegiatan ini merupakan upaya menumbuhkan kesadaran instansi penyelenggara layanan untuk senantiasa memperhatikan serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik yang lebih baik, khususnya pada situasi kenormalan baru saat ini.

20201009 Suntikan Spirit Untuk Maluku dan Maluku Utara Tangani Aduan Publik 2

Tidak hanya dari sisi kepemilikan SK, Provinsi Maluku dan Maluku Utara juga didorong untuk meningkatkan capaian pada aspek keaktifan akun serta persentase tindak lanjut terhadap laporan yang diterima.

“Dari data yang kami peroleh ini, tentu kami ingin menyampaikan bahwa performa penyelesaian pengaduan sangat perlu untuk ditingkatkan khususnya di instansi Bapak/Ibu masing-masing yang belum memenuhi indikator keterhubungan LAPOR! yang baik, dari kepemilikan SK maupun tingkat penyelesaian laporan,” ujarnya.

Baca Juga  Komitmen Berantas Narkoba Polres Kepsul Lakukan Tes Urine

Saat ini, pengelolaan laporan berdasarkan indikator keaktifan akun SP4N-LAPOR! menunjukkan wilayah Maluku sebanyak 25 persen (3 IP) yang sudah aktif mengelola, dan 75 persen (9 IP) belum aktif mengelola melalui aplikasi SP4N-LAPOR!.

Sementara, indikator keaktifan akun SP4N-LAPOR! di wilayah Maluku Utara sebesar 36 persen atau empat IP telah aktif dalam mengelola laporan melalui aplikasi SP4N-LAPOR! dan sebesar 64 persen atau tujuh IP belum aktif mengelola. (red)