Leeds United dan Real Madrid: Warna Putih dan Kejayaan Musim Ini

oleh -57 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Leeds United kembali ke “tanah yang dijanjikan”. Mereka ialah peserta Premier League – kasta tertinggi Liga Inggris – pada musim depan.

Leeds kembali ke jati diri mereka sebagai salah satu tim tersukses di Negeri Ratu Elizabeth.

Tiga gelar Liga Inggris, satu gelar Piala FA, satu gelar Piala Liga, serta dua gelar Community Shield adalah bukti bahwa mereka bukan tim sembarangan pada masa silam.

Nama-nama seperti Rio Ferdinand, Harry Kewell, Alan Smith, Mark Viduka, hingga Robbie Keane juga pernah membela The Whites – julukan Leeds.

Leeds United membutuhkan waktu 16 tahun untuk kembali ke kasta tertinggi Liga Inggris.

Leeds dipastikan promosi ke Premier League musim depan setelah pesaing terdekat mereka, West Brom, kalah 1-2 dari tuan rumah Huddersfield Town pada lanjutan EFL Championship, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga  Olivier Giroud Mulai Kerasan Tinggal di Chelsea

Sehari sebelumnya, Leeds terlebih dulu menang 1-0 atas Barnsley.

Dengan kompetisi masih menyisakan dua pertandingan lagi bagi mereka, Leeds minimal finis di posisi dua besar, batas aman untuk lolos ke Premier League musim depan.

Marcelo Bielsa menjadi tokoh kunci di balik kesuksesan Leeds promosi. Pelatih asal Argentina itu membawa bendera Leeds berkibar.

Sejak menukangi Leeds pada Juli 2018, ia telah memenangi 54 dari 98 pertandingan bersama klub yang bermarkas di Elland Road tersebut.

Bielsa mencatat rasio kemenangan 55 persen, catatan tertinggi dari semua pelatih yang pernah melatih Leeds.

Berjarak sekitar sekitar 2.026 kilometer dari Elland Road, Real Madrid juga merayakan kesuksesan.

Madrid memastikan titel Liga Spanyol yang ke-34 setelah raihan poin mereka tidak terkejar lagi oleh rival terdekat Barcelona sejak jornada ke-37 La Liga 2019-2020.

Baca Juga  2 hari hilang, jasad Udin ditemukan terperangkap jaring

Lalu, apa hubungannya kesuksesan Leeds United dan Real Madrid pada musim ini?

Kedua tim ternyata memiliki filosofi yang sama, “kostum kebesaran putih-putih demi kejayaan”.

Sejak didirikan pada 1902, Madrid sudah memiliki warna jersey kandang dominan dengan warna putih.

Sementara Leeds, yang berdiri pada 1919, sering berganti-ganti warna jersey kandang, dari awalnya hitam-putih, ke biru-putih, ke biru-kuning, hingga akhirnya dominan putih seperti sekarang.

Melansir dari Historicalkits.co.uk, Leeds mengubah warna jersey kandang mereka menjadi dominan putih karena terinspirasi kesuksesan Madrid.

Pada medio 1950-1960, Los Blancos – julukan Madrid – merajai kompetisi European Champion Clubs (sekarang Liga Champions) dengan menjadi juara lima kali berturut-turut.

Kesuksesan itu yang kemudian diadopsi oleh Don Revie, player-manager (pemain merangkap manajer) di Leeds United pada 1961.

Baca Juga  Bawaslu Kepulauan Sula Gelar Gebyar Pengawasan Pilkada 2020

Mulai musim 1960-1961 hingga sekarang, Leeds memakai jersey dengan warna kandang dengan dominan putih, berharap meniru kesuksesan Real Madrid.

Dan pada musim ini, keduanya sama-sama meraih kesuksesan, meskipun beda kasta dan beda liga. Dua putih-putih sama-sama berkibar.

Suporter Leeds United berkumpul di sekitar Elland Road pada Jumat (17/7/2020) untuk merayakan kembalinya klub tersebut ke Premier League atau kasta teratas Liga Inggris.
Suporter Leeds United berkumpul di sekitar Elland Road pada Jumat (17/7/2020) untuk merayakan kembalinya klub tersebut ke Premier League atau kasta teratas Liga Inggris .

(red/rtm/kcm)