Leleury : Generasi muda wajib mengenal sejarah daerah

oleh -88 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Christina Martha Tijahahu adalah wanita pertama di Maluku yang berani menabuh genderang perang dan mengangkat senjata melawan kaum penjajah.

Bahkan, kisah perlawanannya sudah tercatat dan beredar jauh sebelum kisah R. A. Kartini.

Apalagi, bukti sejarah ini dengan jelas mencatat dari mana asal usulnya hingga berakhirnya perlawanan srikandi Maluku itu di usia belia 17 tahun.

Berangkat dari itu, maka pola pikir anak muda jaman sekarang harus dirubah, sehingga bisa memiliki jiwa kepahlawanan maupun mengembangkannya.

Link Banner

Hal ini dibenarkan Wakil Bupati (Wabup) Maluku Tengah (Malteng), Marlatu Leleury, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, dari Ambon, Senin (20/11).

Mengapresiasi upaya Tijahahu melawan kaum imperialis itu, akunya, pemerintah daerah baik di tingkat provinsi dan kabupaten, akan melangsungkan peringatan pada awal tahun 2018 nanti.

Baca Juga  Bak Bom Atom, Ini Penyebab Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon

Menurutnya, peringatan Tijahahu ini akan dilangsungkan di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut.

Diantaranya, penempatan patung terbaru Christina Martha Tijahahu yang sementara dibuat Pemprov Maluku.

Rencananya, patung baru ini akan diletakkan di Meti, di tengah taman, untuk menjadi ikon landmark Pulau Nusalaut.

Para orang tua, khususnya yang berasal dan berdomisili di Nusalaut, juga dihimbaunya untuk mendidik anak-anak dengan mencintai sejarah daerah yang hampir tak terdengar lagi.

Ini dimaksudkan agar generasi muda bisa dipoles dengan membuat suatu model belajar yang memperkenalkan sejarah daerah.

Bahkan, akunya, bisa juga membuat sekolah ungulan yang memiliki ciri khas dari anak Maluku.

”Sehingga untuk anak Maluku,  berkembang dalam pola pikir yang positif untuk membangun Maluku dalam memberantas kemiskinan, kebodohan merupakan point penting. Agar kedepannya Maluku bisa maju karena kita memiliki aset barharga dari daerah untuk anak-anak kita,” pungkasnya. (Amy.Latuny)