Leleury sambut BNNP Maluku dengan sosialisasi PMP4GN di Nusa Laut

oleh -44 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Sebagai upaya menurunkan tingkat penyalahgunaan narkotika di Maluku beserta upaya pencegahan dan pemberantasannya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku menggelar kegiatan diseminasi informasi, pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peradaran gelap narkoba (PMP4GN), melalui tatap muka di Desa Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (27/4).

Kedatangan BNNP Maluku yang dipimpin langsung oleh Brigejn (Pol) Drs Rusno Prihardito ke pulau yang akrab disapa ”pulau anyo-anyo ini”, disambut oleh Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu Leleury,SE.

Sosialisasi PMP4GN yang dihelat BNNP Maluku mengusung tema ”Hidupkan Spirit Perjuangan Ina Ata Dari Nusalaut-Maluku Untuk Indonesia”, turut melibatkan para pelajar dari SMK dan masyarakat dari 7 Negeri yang ada di Kecamatan Nusa Laut.

Dalam sambutannya, Leleuri menyatakan bahwa diseminasi informasi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (PMP4GN) merupakan sebuah langkah serius pemerintah melalui BNNP Maluku, sangat konsisten, konsukuen dalam upaya menginformasikan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pihak terkait untuk bergandengan tangan  dalam gerakan nasional anti narkoba.

Link Banner

”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, saya mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan PMP4GN yang dilakukan oleh BNNP Maluku. Karena selain sangat penting tetapi berguna bagi masyarakat  Kecamatan Nusalaut untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya narkoba bagi kehidupan sekaligus bagi kepentingan penguatan  dan pembangunan  berwawasan anti narkoba  di Kabupaten Maluku Tengah,” ujarnya.

Baca Juga  Antisipasi kerawanan Pilkada, GMKI Cabang Ambon gelar diskusi

Narkoba, akunya, saat ini sudah menjadi ancaman  global, karena telah menjadi kejahatan serius dan terorganisir dan bersifat lintas negara yang menimpa segenap lapisan masyarakat.

Pasalnya, dampak narkoba akan menimbulkan kerugian yang sangat besar baik dari aspek kesehatan, sosial ekonomi, keamanan, maupun ancaman hilangnya satu generasi bangsa  di masa depan yang perlu diantispasi secara serius oleh seluruh komponen bangsa.

”Sebagai akibat dari kejahatan yang terorganisir dan sudah mengglobal, Indonesia saat ini sudah dalam keadaan darurat narkoba. Karena tidak ada satupun daerah di Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia ini, yang bebas dari peredaran gelap narkoba,” jelasnya.

Hasil penilitian pusat kesehatan Universitas Indonesia dengan BNN, jelasnya, ditemukan penyalahgunaan narkoba terbanyak yaitu di kalangan pekerja sebanyak 70%, sedangkan angka prevelensi penyalahgunaan narkoba secara nasional tahun 2011 naik menjadi 2,2% atau sekitar 3,8 juta orang.

Baca Juga  Gini Ratio Maluku Turun Sebesar 0,320 Pada September 2019

Angka ini, akunya, diperkirakan akan semakin meningkat  menjadi 2,8% atau sekitar  5,1 juta orang  pada tahun 2015.

Dimana, untuk Provinsi Maluku sudah masuk dalam peringkat ke-7 penyalahgunaan narkoba dengan kisaran 27.151 jiwa dengan privelensi 1,2%.

”Secara khusus selaku pemerintah Maluku Tengah, saya berharap seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kecamatan Nusa Laut ini perlu mendapatkan informasi yang memadai tentang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) agar masyarakat lebih mengetahui dan memiliki kesadaran, serta mampu menolak godaan narkoba. Sehingga wilayah Kecamatan Nusa Laut ini bebas dari pengaruh peredaran narkoba, terutama bagi siswa-siswi yang masih duduk dibangku SD,SMP maupun SMA,” tegasnya.

PMP4GN sendiri, jelasnya, juga dapat dimaknai sebagai upaya untuk mendorong masyarakat untuk mampu pekah, peduli dan pro aktif serta memiliki karakter integritas dan tanggung jawab dalam memeriangi narkoba di lingkungan.

Baca Juga  Bertambah 337, Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Tembus 3.293 Orang

Pasalnya, kegiatan ini berdampak positif dalam membuka ruang partisipasi, juga sekaligus sebagai dukungan dari segenap elemen masyarakat di Kecamatan Nusa Laut untuk berkiprah secara aktif dalam menolak narkoba.

”Berkenan itu saya  harap para peserta sosialisasi PMP4GN, dari ketujuh negeri yang ada di Kecamatan Nusa Laut yang dipercayakan untuk mengikuti kegiatan ini agar dapat menyadari dan melaksanakan tanggung jawab yang amat berharga  dan mulia  untuk memastikan  bahwa seluruh Negeri yang ada di Kecamatan Nusa Laut bebas dari Narkoba,” timpalnya.

Ditambahkannya,  bahaya narkoba bagi masyarakat diibaratkan sebagai sebuah bom waktu, yang tidak hanya dapat diatasi oleh BNNP Maluku sendiri, tetapi juga perlu dukungan dan partisipasi  aktif dari semua komponen masyarakat yang ada di Kecamatan Nusa Laut untuk sama-sama memerangi narkoba.

”Saya yakin kekompakan dan kebersamaan yang dilakukan saat ini mampu  menimbulkan karakter dan integritas diri untuk lebih cinta dan peduli kepada masa depan generasi muda yang ada di Kecamatan Nusa Laut ini,” pungkasnya. (keket)