Lengkapi berkas 3 tersangka, Direktur PT RAM diperiksa penyidik

oleh -89 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Satu lagi kontraktor pelaksana dimintai keterangannya terkait pekerjaan pembangunan terminal transit Passo.

PT RAM merupakan pelaksana pekerjaan penyemprotan anti rayap dalam tahapan pembanguan terminal dimaksud.

Karenanya, Direktur PT RAM akhirnya dihadirkan penyidik Kejati Maluku, Senin (22/1).

Hal ini dibenarkan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi.Penkum) dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon Senin  (22/10).

Menurutnya, SH memberikan keterangan sebagai saksi untuk melengkapi berkas ketiga tersangka yang telah ditetapkan penyidik sebelumnya yakni, Anganoto Ura (AU), Amir Gaos Latuconsina (AGL) dan Jhon Lucky Metubun (JLM).

Saksi SH sendiri, akunya, diperiksa penyidik Gede Sidharta,SH sejak pukul 10:00 hingga 12:00 WIT dengan 13 pertanyaan.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Maluku Utara

”Ada satu orang saksi diperiksa. Direktur PT. R.A.M berinisial SH dengan 13 pertanyaan oleh penyidik Kejati Maluku, Gede Sidharta, untuk melengkapi berkas ketiga tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya,” ujarnya.

Diakuinya, dalam tahapan pembangunan terminal dimaksud, PT RAM mendapatkan tugas melakukan penyemprotan anti rayap.

”PT R.A.M dipakai dalam proyek Transit untuk penyemprotan anti rayap,” jelasnya.

Bukan saja melengkapi berkas ketiga tersangka, jelasnya, namun  keterangan saksi SH ini juga akan digunakan untuk menambah data perhitungan kerugian keuangan negara yang masih sementara dalam proses audit oleh pihak BPK Provinsi Maluku.

”Ada beberapa data dan keterangan tambahan yang dibutuhkan pihak BPK. Jadi, perlu ada penambahan beberapa saksi yang diperiksa untuk melengkapi berkas perkara para tersangka, dalam menghitung kerugian kerugian negara,” tegasnya.

Baca Juga  Momen HUT Bhayangkara Ke-74, Kapolda Maluku Mendapatkan Surprise Dari Danlantamal IX & Guspurla Koarmada III

Sementara menurut sumber terpercaya di tubuh krops adhyaksa Maluku ini diperoleh informasi bahwa kolaborasi antara penyidik dengan BPK masih terus dilakukan guna mengetahui perkembangan proses auditnya.

”Jika pihak BPK merasa perlu penambahan data mupun keterangan, maka pihak penyidik akan memenuhinya, sehingga penyidik harus memanggil pihak-pihak terkait untuk diperiksa,” pungkasnya. (Yuli Harmusial)