Lerai pemuda pesta miras, nyawa Pattiradjawane pun meregang

oleh -38 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Bermaksud hendak melerai beberapa pemuda tanggung yang sementara berpesta miras tradisional jenis sopi, warga Negeri Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Dominggus Pattiradjawane/DP (44), justru tewas ditikam.

Hal ini dibenarkan Kepala unit (Kanit) Serse Polsek Pulau Haruku, Muhamad Nur, saat berhasil dikonfirmasi wartawan dari Ambon, Senin (5/3).

Menurutnya, insiden ini berawal ketika DP yang baru saja pulang dari ibadah pemakaman kerabatnya melintas di depan gedung Gereja GPM Ebenhaezer Kariu, melihat dan mendengar Abraham Tupanwael/AT (20), Elsama Riry (18) dan Michael Laupeirissa (16) sedang berpesta miras seraya mengeluarkan kata-kata kotor.

Ia pun menghampiri ketiganya, dengan maksud melerai ketiganya, mengingat kata-kata kotor yang dikeluarkan pemuda tanggung tepat di depan gedung gereja.

Link Banner

Tak terima dilerai, AT kemudian mendorong DP, namun DP kembali mendorong AT hingga jatuh.

Baca Juga  Ditolak Sebagai Cawali, Muhajirin Bailussy Putuskan Bertemu Pengurus PKB se-Kota Ternate

AT yang saat itu juga sedang menggenggam sebilah pisau dapur stainless steel, kemudian menikam korban di bagian bokong (pantat) hingga menembus selangkangan korban.

Usai melakukan penikaman, ketiga pemuda tanggung itu pun melarikan diri, sementara korban dievakuasi oleh warga ke Puskesmas Pelauw.

Akibat pendarahan hebat yang dialaminya korban pun tak tertolong dan meninggal dunia.

Adik kandung korban Benjamin Imanuel Pattiradjawane/BIP, kemduian melaporkan insiden dimaksud ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Pulau Haruku, Sabtu (3/3).

Begitu laporan kepolisian dimasukkan, hanya berselang 2 jam saja, ketiga pemuda tanggung itu berhasil diringkus anggota Mapolsek di seputaran jembatan Wai Marake dan saat ini mendekam di dalam sel tahanan Mapolsek Pulau Haruku.

Baca Juga  Ikan Blue Marlin Terdampar di Pantai Desa Capalulu

Atas tindakannya, akunya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP pidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sementara untuk penanganan kasusnya, tambahnya, pihaknya masih menunggu konfirmasi dengan Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

”Kami belum bisa memberikan keterangan karena masih melakukan pemeriksaan kepada pelaku maupun beberapa saksi dan selain itu juga, pihak Polsek Pulau Haruku masih menunggu petunjuk dari Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease,” pungkasnya. (keket)