Libur Idul Fitri, Satgas Covid-19 Kota Ambon Tetap Bertugas

oleh -17 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, menegaskan bahwa Satgas Covid-19 Kota Ambon akan tetap laksanakan kegiatan sebelum dan sesudah hari raya Idul Fitri 1442 H. Sedangkan saat Idul Fitri, satgas akan tetap memantau situasi dan keadaan.

”Dua hari terakhir jelang Idul Fitri ini kita harus betul-betul konsentrasi, untuk mencegah meningkatnya kerumunan warga pada tempat-tempat belanja. Boleh belanja, tapi harus diatur sedemikian rupa agar tingkat kerumunan tidak berdampak bagi masyarakat,”ujar Walikota saat apel pagi di tribun Lapangan Merdeka Ambon, Selasa (11/05/2021).

Untuk mengantisipasi tingkat kerumunan yang tak terkendali, pemerintah kita akan menempatkan posko di pusat-pusat keramaian.

“Hari ini dan besok, Saya dan wawali beserta satgas akan turun untuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas,” katanya.

Pada kesempatan itu, walikota juga memberikan apresiasi kepada seluruh aparatur kota, baik struktural maupun pelaksana, yang tergabung di satgas maupun yang berada di tugas-tugas kemasyarakatan kesehatan, karena apa hasil kerja bersama, Kota Ambon telah berpindah dari zona orange ke zona kuning.

Baca Juga  Wakapolda Maluku Hadiri Penyerahan Dipa T.A. 2021 dan Rincian Alokasi TKDD

Walikota mengungkapkan, perpindahan zona ini adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Walaupun tingkat penyebaran sudah dapat kita kendalikan, tetapi persepsi publik tentang covid, yang harus di tingkatkan dan sosialisasi.

” Saat ini orang segan ke rumah sakit, karena kalau ke rumah sakit identik dengan kematian. Oleh karena itu orang tinggal saja di rumah. Nanti kalau sudah kronis baru dia ke rumah sakit. Sehingga untuk antisipasi langkah-langkah medis itu sudah terlambat. Itu yang menyebabkan tingginya angka kematian,” tandasnya.

Dia berharap agar para Lurah, Kades, Raja juga tingkatkan sosialisasi kepada warga . Jika ada informasi warga yang sakit, bisa lebih awal memberikan informasi supaya jangan terkontaminasi dengan covid.

Baca Juga  Pemerintah dan DPRD Kota Ambon Terima Penghargaan Nirwasita Tantra

“Kalau meninggal bukan karena covid, tidak mempengaruhi skor kita. Tapi kalau karena covid, sangat mempengaruhi skor kita. Walaupun kita sudah mengeliminir sekecil mungkin tingkat penyebaran covid, tapi kalau tingkat kematiannya tinggi, akan sangat berpengaruh kepada skor penentuan zona,” bebernya.

Walikota menjelaskan, jika zona tetap orange kemudian merah, akan berdampak besar terhadap ekonomi sosial masyarakat.

“Oleh karena itu saya harus sampaikan dan memberikan apresiasi kepada seluruh Puskesmas, Ibu Kadis dan seluruh jajarannya, kepala Kepala Puskesmas yang tidak pernah berhenti bekerja dan tidak pernah lelah melayani masyarakat.

Ucapan yang sama juga saya sampaikan kepada Satgas yang tidak pernah lelah dan berhenti melaksanakan tugas-tugas untuk memberikan atensi bagi masyarakat,” ujar Walikota Ambon.

Baca Juga  YKB Maluku dan BRI Akan Salurkan 800 Paket Sembako untuk Anak Yatim

Walikota Ambon juga mengingatkan, agar masyarakat kota Ambon jangan lengah dan jangan berkecil hati jika dianggap terlambat menangani covid.

“Kota Ambon ini capital city, pusat pemerintahan, ekonomi dan keamanan. Wajar kalo kita terlambat. Karena kita pintu masuk bagi Maluku,” pungkasnya. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.