Lima Bahasa Daerah di Maluku Telah Punah

oleh -87 views

Porostimur.com, Ambon – Kepala Kantor Bahasa Maluku Sahril mengatakan setidaknya lima dari 62 bahasa daerah yang terdata di wilayah Provinsi Maluku sudah punah karena sudah sedikit atau tidak ada lagi penuturnya.

Sahril mengatakan bahasa daerah Maluku yang sudah tergolong punah meliputi bahasa Kayeli dan Masareta dari Buru, bahasa Lun dan Nila dari Maluku Tengah, serta bahasa Piru dari Seram Bagian Barat.

Ia menyampaikan meskipun masih ada warga asli yang tinggal di wilayah Kecamatan Teon Nila Sarua, Kabupaten Maluku Tengah, tetapi bahasa Nila yang berasal dari daerah itu sudah tidak banyak digunakan.

Menurut dia, masyarakat Nila berpencar ke berbagai daerah dan kemudian menggunakan bahasa yang digunakan masyarakat di tempat tinggal baru mereka. Kondisi yang demikian membuat penutur bahasa Nila terus berkurang.

Baca Juga  Prancis Menang Berkat Gol Bunuh Diri Maximilian Wober

“Sedangkan bahasa Kayeli dan Masareta memang tidak ada lagi penuturnya, tetapi kami sempat mendokumentasikan bahasa daerah dalam bentuk kamus kosakata,” kata Sahril di Ambon, Rabu (8/3) seperti dikutip dari Antara

Sahril mengatakan merujuk Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) bahasa dengan jumlah penutur di bawah satu juta dikategorikan sudah punah.