Lima Puisi Dino Umahuk

oleh -35 views
Link Banner

Er Zal Geen Woord Zijn Om Te Scheiden

ada banyak cara untuk mengucapkan selamat tinggal

tetapi pasir di pantai terlampau akrab menerima garam sebagai nasib

sudah begitu lama sejak takdir diberi nama oleh garis panjang yang memberi batas pada laut

dari mana para pelaut berlayar dan pulang ke dalam pelukan

Link Banner

ada banyak cara untuk mengucapkan selamat berpisah

tetapi dahan bakau terlampau setia menerima burung-burung

juga angin pantai yang terkadang membuatnya patah

sudah begitu sejak lama ditakdirkan menjadi rumah

oleh kedatangan dari mana saja yang menjadikannya indah

juga bagi pelaut yang kalah dan ingin bercinta

ada banyak cara untuk mengucapkan selamat jalan

tetapi lelaki tetap setia untuk bertahan memikul ombak

sebab matanya adalah laut seperti katamu suatu senja

ketika kaca-kaca buram. seturut hujan yang turun di kotamu

dan engkau semakin gelisah menahan senyap dari dadamu

yang kering dibakar garam tersebab waktu bersilauan seakan hampa

Baca Juga  Awali 2019, SMASKris YPKPM Ambon gelar ibadah bersama

ada banyak cara untuk mengucapkan selamat tinggal

tetapi lelaki tiada lelah menjaga hidup di sisa waktu. bersamamu

Ambon, 10 Mei 2019

=======

Pada Senja Kelima di Bulan Mei Lelaki itu Melipat Hati

ada saatnya ikan-ikan memilih datang dan pergi

musim berlalu silih dan berganti

ada waktunya angin mati dan laut jadi sunyi

begitupun nasib lelaki. terkadang ia hanya sendiri

menghitung garis nasib dari umur yang kian ke tepi
dan di sini, satu lagi kisah telah diberangkatkan

dari pelabuhan yang kian sepi

dari tiang-tiang yang gigil menunggu mati

dari pulau-pulau yan tak lagi mengakrabi maut

tiada pula karam dan terlelap di dasar laut

padahal cinta katamu:

koi pahu gan lelyanga

tahan para do lea

kalau uya do lea

fota deha in rangka


lalu pada senja kelima di bulan mei ini

lelaki laut tak lagi kuasa memikul sabar

untuk memungut sisa-sisa puisi di pasir pantai

Baca Juga  Pangdam XVI/Pattimura Bagi-bagi Sembako kepada Pasien Covid

dimana hujan menyembunyikan airmata

dari wajah yang terlanjur luka

ada kalanya ikan-ikan memilih pergi dan tak kembali

perahu-perahu menarik dayung dan menepi

ada waktunya arus mati dan laut jadi pasi

begitupun nasib lelaki. terkadang ia melipat hati

menghalau semua debar di muara sugai. agar tak sakit hati

Ambon, 6 Mei 2019

======

Pada Satu Musim Sebelum Pancaroba

jauh sebelum musim mengirimkan tanda pancaroba

aku telah lama mengukir namamu  di kain layar

merajutnya dari benang terbaik dengan segala doa

biar jika nanti melaut lagi, akan terasa kau selalu bersamaku

menempuh pelayaran di haru-biru  mimpi

di biru-biru hari, masa depan sehidup-semati

jauh sebelum musim mengirimkan tanda pancaroba

aku telah lama mengikat namamu di badan perahu

merapalnya sebagai temali doa dengan segala puja

biar jika nanti melaut lagi, tiada lepas ikatan cinta

seperti janji di pagi itu ketika pertama kita berjumpa

begitu lembut gelombang rindu. langit pun biru

jauh sebelum musim mengirimkan tanda pancaroba

Baca Juga  BNPB Ingatkan Lagi Bahaya Megathrust

aku telah lama menulis namamu di badan perahu

mengukirnya dari huruf  terbaik dengan segala tabu

biar jika nanti melaut lagi, tiada pudar segala deru

seperti laut di kampungku yang selalu biru

menghampar luas kemana pun pandang menuju

cinta yang lama bersemayam di kalbu

bunga asmara pertanda merindu

Ciputat, 25 Oktober 2017

======

Balo Lipa

lemmusa nyawamu anri
musolangi atikku
engkamu tudang botting
riyolo matakku…

lalu kata-katamu berhamburan bagai ombak pecah di bola mata
perihnya itu anri melebihi luka tikaman badik

dari dua belas pertempuran laut yang menjadikanku lelaki bugis

kessipparo adammurawettu siolotanaksulenaro anrimusolangi attiku

lalu musim yang bersilangan memecah buritan kapal

temali layar dan kemudi berserak sepanjang pantai

karam sudah sebuah riwayat

yang tak mencatatkan namaku di atas mahligai

monro ale-alemadoko watakkale
dan tak sampai-sampai surat cintamu dari makassar

Ternate, 21 September 2016

=========