Lima Puisi Farid Latif

oleh -83 views

Di Pertemuan Kedua

Sudah mafhum
Nama adalah bagian paling penting
Setelah pertemuan pertama.
Dan pada akhirnya,
beginilah…
Kau dan aku sama-sama malu.
Mau.

==========

HABIS


(padamu aku tak lagi pulang)

Kalau pada pertemuan berikutnya
Tak lagi ada cinta dalam kosa kata kita.
Bukan berarti hapus semua pertemuan yang telah sudah.
Kalau pada pertemuan berikutnya
Diam lebih menguasai suasana dibanding kita.
Bukan berarti yang teringat telah menjadi enggan dikenang.
Tapi habis kikis telah tipis rindu.
Sudah teriris pada perjumpaan sebelumnya yang mengesalkan.
Padamu aku tak lagi pulang.

=============

Taman Kota, Bunga-bunga dan Perempuan

Alangkah berterimanya bunga-bunga dan perempuan
Mereka slalu membentangkan lebar-lebar pelukan, seolah hanya akan benar-benar mekar sempurna di dekat mahluk dengan jumlah terbanyak di dunia.
Alun-alun kota misalnya.
Bunga-bunga dan perempuan seperti lumrah.
Sore-sore begini di sana
Senyum perempuan dan kelopak bunga mekar seperti pengumuman hari esok adalah lebaran…
Lebah madu yang ada di sana pasti bingung memilih mana yang paling manis

Baca Juga  Pakai Rompi Oranye dan Borgol Ade Ucu Dikawal ke Ruang Konferensi Pers KPK

==========

Trans Kobisonta…

Di dalam debu-debu sepanjang jejeran kebun sawit
Orang-orang meletakkan kenangan mereka tentang rusa dan warna air yang pernah mengalir melewati pohon-pohon tua..
Pada kenangan yang berterbangan hinggap di atap rumah dan tunas-tunas padi itulah. Sisa-sisa pemberontakan terhadap pembangunan mereka tampung dan entah kapan menjadi besar lagi lalu meledak.