Lima Puisi Nuriman N Bayan

oleh -48 views
Link Banner

Seperti Bidadari di Atas Sebuah Pangkuan

Ngana mohoka am dohu pati odo? Jo.

Aku masih ingat malam yang ibu itu
di gandaria kita duduk, —-dan kamu
seperti bidadari di atas sebuah pangkuan

di depanmu saro-saro berdiri
di depanku ayah-ibu, om-bibi, dan saudara

kita duduk menghadap tepat ke dada sabua:
sebuah rumah tanpa pintu dan jendela yang dibangun
dengan tangan yang di hatinya—-penuh dengan babari.

Link Banner

Aku masih ingat malam yang ibu itu
kita duduk di gandaria, hujan dan angin sebagai lagu
sampai kidung yang ibu itu didendangkan. Sampai kita berdiri

di tengah riang ayah-ibu, om-bibi, dan saudara. Sampai di kepalamu
persembahan itu bergantungan. Sampai persembahan itu jatuh ke dada sosiru

sampai kamu dipapah seperti ibu pada anaknya. Sampai kegembiraan itu pergi
dan kita tertidur di rumah ibu—— yang harum buah, asap, sejarah, dan doa-doa.

Galela, 2020

=========

Baca Juga  Prediksi peserta Pesparani 5000 orang, panpel dekati hotel dan restoran

Aku Pantai yang Sepi Kau Ombak yang Letih

Apa kabar lelaki ombak?

Katamu kau adalah ombak
itu sebabnya aku menjadi pantai
tempat kau memilih pulang.

Aku adalah pantai yang diam itu
pantai yang merindukan buih-buih kecilmu
sebab aku tahu kau tak punya tempat pulang selain ke dadaku.

Sering kau menjadi ombak yang amuk
memukul-mukul dada, tapi aku adalah pantaimu
tempat kau memulangkan gelisah rahasia juga bahagia.

Maka pulanglah jika kau letih
sebab aku akan menyulut bahagia
di setiap debur kecilmu yang lelah itu.

Pulanglah
sekalipun aku bukan kepulangan pertamamu.

Aku pantai yang sepi
kau ombak yang letih
silakan menepi!

Yogya, 2018.

========

Baca Juga  Pilkada Halsel: Usman-Bassam Launching Pergerakan Partai Koalisi

Seperti Laut Pada Kapal dan Kiloti

Di doro
ranting dan daun menderu-deru
di deru
angin dan ombak berseru-seru

di doro
kau ingat deru
di deru
kau ingat doro

di tala
kau rindu teo
di teo
kau rindu tala

o’tala de o’teo
o’doro de o’deru
kana toti-toti
seperti laut
pada kapal dan kiloti

seperti ayah, seperti ibu
pada bika dan saloi.

Galela, 2020.
deru: perahu, doro: kebun, tala: bukit
teo: laut, kana toti-toti: selalu di gendongan, kiloti: benda yang terapung

=======

Aku yang Kau Reklamasi Ia yang Terabrasi

Sudah kubilang
pulau-pulau itu tak bisa berenang
tapi mengapa kau masih saja menimbunku?

Baca Juga  Tim Tarsius Berhasil Ungkap Praktek Judi Online Di Manembo-Nembo

Apakah
membangun suatu peradaban
harus ada yang ditimbun, dan
harus ada yang ditenggelamkan?

Sejak dahulu
kau memang begitu
hanya memikirkan peradabanmu sendiri
kau lupa peradaban makhluk yang lain.

Galela, 2020.

=========

Kita Mesti Belajar

*buat Tantri

Kita mesti belajar kepada biji pala
yang diterbangkan burung-burung
bila babi-babi tak datang mencungkel
ia tumbuh di tengah hutan
bertahan di tengah belukar.

Kita mesti belajar kepada benih engkeh
ketika tumbuh dan besar, ia tak ‘kan berbunga
sebelum berbuah. Ia tak ‘kan menua sebelum berbunga.

Tan, kita memang mesti belajar
kalau bukan kepada biji pala dan benih cengkeh
maka kepada pohon kelapa dan pohon sagu kita mesti belajar.

Supu, Loloda, 2020.