Lima Puisi Nuriman N Bayan

oleh -24 views
Link Banner

Apa yang Paling Kau Ingat Ketika Desember

Apa yang paling kau ingat ketika Desember?
Selain berlayar di tengah luye dan kamu rasa seperti di buye. Sementara ombak yang menggoyangmu itu kamu rasa seperti tangan-tangan masa kecil yang tak bosan-bosan mendorongmu.

Apa yang paling kau ingat? Selain perahu-perahu yang berbaris di belakang rumah tanpa nilon, jaring, dayung, dan gumala. Sementara para pelaut seperti siswa di kampung saat waktu libur, semua kembali ke hulu. Sebagian mancing di sungai, sebagian mancing di kebun.

Apa yang paling kau ingat? Selain angin cium pipi laut, ombak peluk perahu papa, papa pulang basah-basah. Dan papa harus berlibur dari laut yang bertahun-tahun memberi lauk.

2020.

=======

Percakapan Politik

Bagaimana
kamu pilih aku
aku menang
kamu dapat nol
aku dapat satu?

Bukankah satu kali nol
sama dengan nol?

Benar,
tapi ini rumus politik
dari nol oleh nol untuk satu.

Baca Juga  Satgas Yonif RK 732/Banau Kembali Peroleh Dua Pucuk Senjata Api Dari Warga Pulau Seram

Yala,
kalau begitu
lebih baik aku golput.

Berarti kamu
bukan bangsa yang baik.

Lebih baik
aku disebut bangsa yang tidak baik
daripada memilih kamu yang tidak dapat kupercaya.

2020.

=======

Dalam Bahasa Ibu Kami

I/
Dalam bahasa Ibu kami
ayam yang sulit kami tangkap kami sebut fufuru
ikan yang sulit kami tikam dan panah kami sebut fufuru
tapi kami tak tahu, mereka yang sulit kami temui kami sebut apa
apakah mereka juga kami sebut fufuru?
Sedang mereka manusia, bukan hewan.

II/
Dalam bahasa Ibu kami
hujan adalah muu’ra
angin adalah paro
peluk adalah kololo
sarung adalah baro
dingin adalah alo
ketika muu’ra disertai paro, dan kami alo
kami butuh baro——— kami butuh kololo.

Baca Juga  Kembangkan Wisata Hutan Bakau, Butuh Atensi Pemdes Iha dan Pemkab SBB

III/
Dalam bahasa Ibu kami
orang yang tidak mendengar bicara kami kami sebut pongo, kami sebut boa
orang yang makan banyak dan rakus kami sebut tusere, kami sebut danata
tapi hewan yang tidak mendengar bicara kami, makan banyak, dan rakus
kami tak tahu, menyebut apa. Sebab mereka hewan, bukan manusia.

IV/
Dalam bahasa Ibu kami
pergi adalah tagi
pulang adalah liho
janji adalah jaji
utang adalah hagi
bayar adalah fang
maka sejauh-jauhnya kami pergi
pulang selalu menagi, dan kami pulang
membayar janji: hutang yang tak pernah lunas.

2020.

=======

Pohon Berlalaso

Di tubuh pohon berlalaso itu
kami telah diajari cara memeluk hari.

Kadang kami ikat pinggang kami
kadang tanpa pengikat kami beranjak.

Bila tubuh pohon itu berlumut dan basah
kami asah nyali kami, kami asah tubuh kami, kami asah pelukan kami

Baca Juga  Polsek KPYS Jadikan Silale Kampung Tangguh

agar dalam basah
kami tidak bersikap dingin.

Di tubuh pohon berlalaso itu
kami telah diajari cara memeluk hari.

Bila tubuh pohon itu tinggi dan berangin
kami letakkan wajah anak-anak kami di kening
kami pujikan, kami panjatkan nama Tuhan dalam hening

agar dalam pening
kami tetap kuat dan tersenyum.

2020.

========

Bertanyalah Kepada Ibumu

Jika kamu ingin memahami
lautan mana paling berombak
—-musim apa paling pancaroba
bertanyalah kepada Ibumu. Sungguh,
Ia memahami apa yang kamu tanyakan
sungguh, Ia memahami mengapa Allah menitipkan
surga di kakinya.

Tapi jika ibumu
tak dapat menjawab pertanyaanmu dengan baik
janganlah engkau memarahinya, janganlah engkau membentaknya
sebab kelak, kalau engkau tidak menjadi saksi
engkaulah ibu yang berbulan-bulan berlayar di tengah badai itu.

2020.

=======