Lima Puisi Rudi Fofid

oleh -14 views
Link Banner


Mampuslah Kau, Penyair

(Ishak Boufakar)

Jika aku jadi hakim satu jam saja
Maka cepat-cepat aku gelar sidang kilat
Vonis: Salibkan kau di puncak Binaiya
Mampuslah kau, penyair

Tetapi sebaiknya aku tidak jadi hakim
Sebab aku bakal mati membangkai membusuk
Oleh karena vonis yang aku jatuhkan
Secara duka dan paksa

Terus terang saja
Aku telah jadi hakim busuk
Pada sebuah peradilan busuk
Demi kebenaran busuk dan keadilan busuk

Kalau aku dilahirkan satu kali lagi
Aku ingin jadi biji kopi saja
Biar aku hangus, hancur, mendidih
Asalkan puisi-puisi bisa hidup

Inilah aku, duhai izrail
Inilah aku, duhai kafan
Inilah aku, duhai liang lahat
Inilah aku, duhai cacing

Ambon, 7 November 2020

=======

Baca Juga  Mengaku belum sempurna, Polda Maluku upaya menjadi lebih baik

Beta Pasti Menari

Buldozer bagai ular cincin merayap
Masuk di rahim ibu yang rahman
Tidak mungkin beta berdiam
Beta pasti menari parang

Semut tentara berkerumun
Bakudapa baku cium-cium
Tidak mungkin beta tidur
Beta pasti menari peluru

Pesta pualam dirayakan
Dansa siang dansa malam
Tidak mungkin beta menganga
Beta pasti menari panah

Ambon, 7 November 2020

========

Cerita Kecil Dari Pulau Babi

Di pulau babi, babi besar jadi walikota
Dia sayang seekor babi perempuan nan jelita
Dengan anak babi kecil bersuara merdu

Kalau babi besar pergi melancong ke luar negeri
Babi perempuan bergantung di bulu ketiak kiri
Anak babi kecil bergantung di bulu ketiak kanan
“Barang pusing apa?” Kata babi besar

Baca Juga  Europe on Screen 2020 akan Digelar secara Daring

Kalau rombongan babi pulang melancong
Babu-babu akan bikin spanduk seperti berkah
“Selamat datang babi besar, permaisuri, dan pangeran
Panjang umur nepotisme!”

Ambon, 7 November 2020

========

Tana, Ina, Patola

dolo punya dolo
Upu Basar kasi banyak pohon
Upu Basar sasi satu pohon
di tengah itu kabong

ular patola ondos
datang goso-goso
lalu samua tacolo
bobo busu

oras ini bale bodo
kaya tempo dolo
patola sondor sono
manjura bawa konco-konco

mata gora bilolo
galojo punya galojo
lia ana bongso
lia tana bongso

patola topeng investor
patola muka bupati bodo
patola wajah menteri mongo
bikin licin, lucu, loco

tana ini tanah kasiang, sio
tanah ini tanah pamali, sio
Sapa coba maso loko
Tana buka mulu, dia tamaso

Baca Juga  Kapolda Maluku PTDH 4 Personil Brimob

Ambon, 30 Oktober 2020

=======

Nakaela

Nakaela, tubuhmu yang pualam
Adalah tubuh ina jua
Tinggalong-tinggalong mencintaimu
Kalong-kalong merayumu
Untuk satu percintaan berdarah

Nakaela, andai kau perawan terakhir
Maukah kau serahkan badan
Kepada tinggalong dan kalong?
Ataukah kau tetap saja kukuh
Sebagai perempuan pamali?

Nakaela, jika tubuhmu disentuh
Patahkan gigi besi sekalipun baja
Lemparkan bebek buldozer ke udara
Gantung di awan hitam
Sampai lehernya patah

Nakaela, nyanyikan lagumu yang kapata
Panggil moyang-moyangmu yang luhur
Menjaga kulitmu, tulangmu yang bunda
Siapa culas kepada anak-cucu
Kutuk dia jadi tikus mondo

Ambon, 27 Oktober 2020

=======