Limbah KFC Amplaz Cemari Lingkungan, DPRD Turun Tangan

oleh -133 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Menindak lanjuti adanya laporan pencemaran limbah KFC yang meluap dan berbau busuk di Ambon Plaza (Amplaz) Komisi III DPRD Kota Ambon langsung melakukan tinjauan lapangan.

Dari hasil tinjauan tersebut memang benar adanya luapan limbah yang meresahkan parah penjual yang menempati ruko di lingkungan Amplaz berdekatan dengan luapan tersebut.

Menurut Yanti pedagang pada ruko Amplaz menjelaskan, terkait luapan ini memang baru ketika drainase yang menjambungkan pipa pembuangan itu ditutup tetapi aroma tidak sedap ini sudah lama terjadi.

“Memang kalo luapan memang baru ketika got di depan itu ditutup, karena banyak orang yang jatuh akhirnya terjadi luapan ditempat yang baru. Jadi soal bauh busuk memang sudah lama,” ungkap Yanti kepada wartawan di Amplaz, Jumat (24/6/2022).

Yanti juga menambahkan, soal pencemaran bau tidak sedap ini memang sudah lama sekitar enam tahun.

Baca Juga  Dirbinmas Polda Maluku Minta Personil Perketat Prokes Antisipasi Omicron

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela menegaskan, berdasarkan aduan masyarakat berkaitan dengan limbah dari produksi salah satu jenis usaha (KFC) itu sangat mencemarkan.

“Sekarang saja sudah sangat bau dan dinas terkait dalam hal ini DLHP dan juga beberapa OPD terkait, kemarin sudah melakukan penyedotan hingga agak berkurang, tetapi faktanya sampai dengan hari ini komisi turun masih terjadi demikian,” katanya.

Tamaela menuturkan, tadi pihak pengelola dalam hal ini Amplaz dan pihak KFC, kami merekomendasikan untuk secepat mungkin karena dari sisi aturan ketentuan undang-undang 32 tahun 2009 tentang pencemaran lingkungan wajib hukumnya untuk melakukan penghentian pencemaran itu atau melakukan penanganan terhadap pencemaran yang terjadi.

“Sekarang yang terjadi ini kan masih terus. Kami berikan waktu, memang ini butuh perubahan atau restorasi perbaikan harus dilakukan oleh penanggung jawab dalam hal ini pengelola Amplaz,” tegasnya.

Baca Juga  Cewek ini Curhat Kisah Cinta Ibunya Mirip Kinan di Layangan Putus, Tapi Dia Malah Jadi Lydia Nadira

Tamaela menambahkan, pihaknya sudah instruksikan mereka menyanggupi untuk hari senin diperbaiki dan itu juga melibatkan Dishub, karena ini menyangkut dengan pengelola parkir yang ada disini yang harus menghentikan area ini untuk pekerjaannya.

“Kami komisi memandang sudah harus melakukan penanganan dan mereka menyedot, kemarin sudah dan hari ini untuk mengurangi volusi atau pencemaran lingkungan hidup,” katanya.

Tamaela menambahkan, kami mengintruksikan untuk hari senin paling terlambat kita sudah harus dikerjakan perubahan area dan pembuangan drainase, ini harus dilaksanakan bahkan komisi untuk menguji soal limbah itu sudah mengandung kelayakan berkaitan dengan pembuangan langsung kepada got umum ataukah tidak sehingga, kami minta dokumen amdalnya untuk hari senin disediakan untuk kita bisa mengetahui apakah mereka memiliki ketentuan aturan atau tidak.

Baca Juga  Tak Sebut Liverpool, Ini 5 Tim yang Masuk Trek Persaingan Juara Liga Inggris Menurut Gelandang Manchester City

“Jangan sampai tidak lengkap maka kita akan merujuk pada rekomendasi untuk penerapan sangksi berdasarkan ketentuan peraturan yang ada,” jelas politisi muda Partai Nasdem ini.

Tamaela bilang, sangksi yang diberikan itu tentu berpayung pada ketentuan undang-undang apalagi kerditnya Peraturan Pemerintah (PP) No 22 Tahun 2021 yang berkaitan dengan dokumen lingkungan yang harus dimiliki oleh setiap jenis usaha, itu wajib dilaksanakan konsekuensinya adalah sangksi pencabutan ijin sampai pada pidana.

“Pidana dan juga pencabutan ijin usaha itu wajib hukumnya jadi dari fungsi pengawasan hari ini kita melakukan penetrasi untuk mereka mencegah pencemaran lingkungan sambil memperbaiki sesuai dengan ketentuan yang ada,” tutupnya. (Nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.