Live dari Kamar Mandi Cewek Ini Ditangkap Polisi, Bisnis Pamer Tubuhnya Beromzet Puluhan Juta

oleh -728 views
Link Banner

Porostimur.com, Pasuruan – Satreskrim Polres Pasuruan menangkap perempuan berusia 30 tahun, Kusnia Faradilla warga Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Janda tanpa anak ini ditangkap karena kasus dugaan pornografi.

Ia diduga dengan sengaja memamerkan tubuhnya di media sosial.

Kusnia atau Kleopatra, nama panggungnya ini memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan keuntungan.

Dia ternyata tak sendiri. Dia mengikuti temannya, pemilik agency yakni Bagus Adi.

Per bulan, dia mendapat keuntungan puluhan juta.

Kleopatra ini diamankan di sebuah kamar mandi kafe di kawasan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Senin (28/2/2022) sekira pukul 21.00 wib.

Biasanya, tersangka ini beraksi dari kamar rumahnya.

Namun, kemarin ada permintaan dari salah satu followersnya untuk live dari kamar mandi tempat umum.

Itu salah satu upaya yang dilakukan tersangka untuk menarik minat dari pengikutnya, yakni mengikuti fantasi mereka. 

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, kasus ini terungkap dari laporan masyarakat.

Baca Juga  7 Game Pertarungan Terbaik yang Bisa Kamu Mainkan di Akhir Pekan

Video bugil kleopatra ini sempat viral.

“Kami selidiki sejak November tahun lalu, tapi yang bersangkutan pergi ke Jakarta. Dan kemarin, kami dapatkan informasi dia lagi beraksi,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan Kasatreskrim saat memimpin rilis, Selasa (1/3/2022) siang.

Menurutnya, tersangka diamankan saat sedang live.

“Dia diamankan saat sedang live tanpa busana. Dari lokasi penggerebekan, kami amankan seperangkat alat untuk live, dan pakaian yang bersangkutan,” jelasnya.

Menurut Kasat, keuntungan yang didapatkan Kleopatra ini bisa lebih dari Rp 15 juta,bahkan sampai Rp 20 juta per bulan.

“Dari aplikasinya dan agency, dia dibayar 6 dolar per jam atau sekitar Rp 100.000. Dia per hari minimal bisa live sampai 3 jam lebih,” lanjut dia.

Baca Juga  Viral Penyanyi Lagu Hits Film Bollywood Ternyata Sudah Berusia 91 Tahun, Suaranya Masih bak Gadis!

Selain itu, ia juga mendapatkan bagi hasil dari koin yang diberikan penonton setianya saat live.

Satu koin seharga Rp 3.000. Setiap live, ia bisa ditonton lebih dari 30 ribu orang.

“Kalau koin ini dibagi sama pemilik aplikasi dan agencynya. Presentasenya, 60 untuk host atau Kleopatra dan sisanya untuk aplikasi dan agency,” paparnya.

Disampaikan Kasat, tersangka ini bergabung dengan temannya yang merupakan agency ini sejak September tahun lalu.

Agency ini, kata Kasat, bertugas untuk mencari perempuan – perempuan yang mau dijadikan host dalam aplikasi tersebut.

Sementara ini, dari pengakuannya ada enam host yang menjadi binaannya.

“Ini masih akan kami kembangkan lebih dalam,” terangnya.

Kasat menyebut, agency ini memliki kriteria khusus sebelum merekrut host.

“per bulan, agency bisa untung Rp 4 – Rp 5 juta dari satu host,” urainya.

Baca Juga  RESMI, Sri Mulyani Bagi Pulsa Gratis untuk PNS: Pejabat Eselon I dan II Rp 400 Ribu Per Bulan

Kasat menegaskan, sejauh ini, uang hasil memamerkan tubuh di media sosial itu digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Informasinya, hasil menjual konten pornografi ini untuk perawatan diri, kebutuhan pribadi dan tabungan untuk membeli mobil. Kami masih dalami,” tuturnya.

Kedua tersangka ini dijerat dengan pasal 34 dan pasal 36 undang – undang republik indonesia nomor 44 tahun 2007 tentang pornografi.

Atau pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 1 undang – undang republik indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang – undang republik indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Mereka terancam hukuman penjara 10 tahun atau denda Rp 5 Miliar. (red/suryamalang.com)