Logo HUT RI ke-75 Dianggap Mirip Salib, Yunarto Wijaya : Ada Bendera Jepang yang Diselipkan

oleh -522 views
Link Banner

Porostimur com | Jakarta: Logo ulang tahun ke-75 Republik Indonesia ramai diperbincangkan di media sosial.

Banyak yang menganggap satu logo HUR RI ke-75 menyerupai salib.

Direktur Charta Politika Yunarto Wiajaya turut menanggapi soal anggapan logo HUT RI ke 75 menyerupai salib tersebut.

Menurut Yunarto Wijaya malahan bukan hanya menyerupai salib, tapi juga bendera negara lain.

Link Banner

Protes terhadap logo ulang tahun Republik Indonesia ke -17 salah satunya dilayangkan oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

Humas Dewa Syariah Kota Surakarta Hendro Sudarsono mengatakan ada tiga temuan mereka dalam logo ulang tahun Republik Indonesia ke 75.

“ada tiga yang kta temuka yang terdapat logo agama tertentu, salib,” kata Hendro dikutip TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas TV.

SKS menurut Hendro menyarankan agar tidak menyebarkan logo HUT RI ke-75.

” untuk itu kami memberi saran untuk menyebarkan dan Pemkot Surakarta memastikan memusuhkan untuk menggunakan logo yang tidak ada tribut agama tertentu,” kata Hendro.

Baca Juga  Ketua DPR RI Sebut Ada Agenda Besar di Balik Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua

Di Twitter juga ada sejumlah akun yang menanggapi soal logo ulang tahun Republik Indonesia ke-75 yang menyerupai salib.

“Nyari2 lambang salib yang ada di spanduk 17an yang heboh itu dan nemu ini spanduknya dan itu salibnya.

Bijimana pendapat antum gaes?” tulis akun Twitter @kirekswasta.

Cuitan ini lantas ditanggapi oleh Yunarto Wijaya.

“Menurut saya harus diteliti lebih lanjut infiltrasi dari jepang,

ada bendera jepang yg diselipkan ditengah2 salib…” tulis Yunarto Wijaya.

Anggota DPR Nasir Djamil Minta Gambar Mirip Tiang Salib di Logo HUT RI ke 75 Diganti

Anggota DPR RI M Nasir Djamil meminta Presiden Joko Widodo untuk mengklarifikasi dan mengoreksi kembali logo Dirgahayu HUT RI ke 75 dimana di dalamnya terdapat gambar yang mirip seperti tiang salib.

Baca Juga  Cerita Praka Dahlan, Personil Satgas Pamrahwan Maluku Yonif RK 732/Banau yang Jadi Guru di Pedalaman Pulau Seram

Permintaan itu disampaikan Nasir karena sejumlah masyarakat, terutama tokoh organisasi masyarakat (ormas) Islam di daerah pemilihannya, mempertanyakan gambar seperti tiang salib di dalam logo tersebut.

“Saya pikir kalau mau buat logo atau gambar yang terkait demgan HUT RI yaa gak usah yang rumit dan menimbulkan mispersepsi. Tahun-tahun sebelumnya, logo yang diterbitkan tak ada komplain dari masyarakat. Karena itu Presiden diminta segera mengoreksi agar umat beragama menjadi tentram”, jelasnyaa.

Anggota DPR Nasir Djamil (Foto : Istimewa)

Menurut dia, dari kesekian logo, jenis mozaiklah yang dipersoalkan karena salah satu logo tersebut menyerupai simbol salib. Pada surat yang dikeluarkan oleh Kemensesneg sendiri, ada beberapa logo yang dianjurkan untuk diunduh masyarakat secara gratis.

Baca Juga  "Chernobyl" Dominasi Penghargaan BAFTA TV Awards 2020

“Saya bukan ingin mengobarkan SARA, apalagi berprasangka buruk. Sebagai anggota DPR saya harus menyampaikan aspirasi masyarakat dan mengingatkan Pemerintah agar logo itu tidak menimbulkan mispersepsi,” imbuhnya.

Inilah Logo HUT ke-75 RI yang Dipermasalahkan Ormas di Solo karena Dianggap Menyerupai Salib
Template yang tersedia di Kementerian Sekretaris Negara dipermasalahkan oleh salah satu ormas di Solo. 

Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara nomor B-457/ M.Sesneg/ SEUTU.00.04/06/2020 tentang Partisipasi Menyemarakan Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI tahun 2020, para pemimpin lembaga Negara, dihimbau untuk turut serta menyemarakan Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 dengan melaksanakan beberapa hal diantaranya memasang umbul-umbul, dekorasi, atau hiasan lainnya serentak sejak tanggal 1 Juli sampai dengan 31 Agustus 2020 dengan merujuk pada pedoman logo dan desain turunan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI. (red/rtm/bs)