LSM Rorano: Ternate Wajib Berkaca Pada Tidore, Berlakukan Jam Malam & Wajib Pakai Masker

oleh -134 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Rorano Maluku Utara, Asghar saleh menilai kasus penyebaran transmisi lokal Covid-19 di Kelurahan Akehuda merupakan ancaman bagi kota Ternate.

Direktur LSM Rorano, Asghar Saleh mengaatakan, bila situasi ini tidak disikapi secara serius oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Ternate, maka bukan tidak mungkin kasus Akehuda akan terjadi pula pada kelurahan-kelurahan lain di Kota Ternate.

“Ini ancaman bagi Kota Ternate, jadi harus ada langkah konkrit dari Gustu Kota Ternate,” ujar Asghar Saleh, Jumat (15/5/2020).

Mantan Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate ini menilai, mayoritas pasien di Ternate baru melaporkan diri setelah mangalami sakit. Hal ini menurutnya cukup mengkhawatirkan.

“Kalau di Ternate mayoritas pasien baru melaporkan diri setelah sakit, jadi bukan hasil karatina atau rapid test. Jadi dong datang dulu so pulang di rumah nanti ada kasus baru di tracking, padahal kontak mereka sudah menyebar,” katanya.

Baca Juga  Satgas Yonif RK 732/Banau Berikan Bantuan Buku di Sekolah Yang Diadakan oleh Pos Mausu Ane SSK II

Asghar bilang, hal ini berbeda dengan pola penanganan di Tidore Kepulauan (Tikep), dimana sejak awal Tidore tidak tutup pintu masuk namun setiap pintu masuk dijaga dengan melakukan screening. Dan jika hasil screening menemukan orang memiliki gejala langsung dilakukan karantina, baik di rumah maupun di lokasi yang sudah ditentukan Pemda agar dapat dikontrol.

“Setelah karantina terhadap orang memiliki gejala, selanjutnya dilakukan penegakan diagnosa dengan rapid test kalau hasilnya reaktif langsung dipisah untuk dilakukan swab test,” katanya.

Sehingga tak mengherankan bila saat ini kasus di Tikep relatif menurun dan memungkinakan bagi kota Tidore akan mentok di angka 12 kasus.

“Kalaupun naik melebihi dari 12 kasus sudah bukan lagi transmisi lokal akan tetapi terjangkit dari luar Tidore,” kata Asghar Saleh.

Baca Juga  Murad Ancam Pecat Kader PDI Perjuangan yang Mbalelo

“Jadi Tikep trendnya menurun hanya akan memiliki 12 kasus saja, kalaupun naik bukan merupakan transmisi local lagi tetapi terjangkitnya dari luar Tidore. Sehingga berharap Tikep tetap jaga pintu masuk dengan ketentuan diagnotis yang selama ini dilakukan, apalagi Tikep sudah punya komitmen menutup pintu masuk,” imbuhnya.

Hal ini erbeda dengan Kota Ternate, dimana menurutnya hingga kini belum punya langkah konkrit untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Sekali lagi saya mau bilang kasus kelurahan Akehuda sangat berbahaya dan bisa saja berpindah di kelurahan lain,” tukasnya.

Untuk memutus mata rantai di Ternate, Asghar Saleh mengatakan harus ada tindakan serius dengan membuat zonasi pengamanan untuk kecamatan yang belum ada kasus seperti di kecamatan Ternate Barat, Pulau Ternate, Moti, Hiri dan Pulau Batang Dua.

Baca Juga  Ugal-ugalan, siswa SMKN 3 Waiheru diamankan polisi

“Bikin penjagaan di pintu masuk batas wilayah. Tingkatkan skrining tanpa kecuali untuk aktifitas siang hari. Periksa suhu tubuh di pintu masuk, jika suhu tinggi disarankan ke layanan kesehatan,” usulnya.

“Berlakukan jam malam. mulai pukul 22.00 WIT tak ada lagi lalu lintas kecuali untuk darurat kesehatan. Di siang hari, setiap orang yang masuk baik pendatang maupun penduduk lokal wajib menggunakan masker”, pungkasnya.

Untuk diketahui, LSM Rorano didirikan pada tahun 2012 lalu oleh sejumlah aktivis dan jurnalis seperti, Asghar Saleh, Dino Umahuk, Burhan Ismail, Abdullah Dahlan, Halik Djokrora, Asri Latto dan Anarti Fatmawati. (red/msc)