Lukas Enembe Marah Dituding Mendukung Penarikan TNI dari Papua

oleh -114 views
Link Banner

@porostimur.com| Jayapura: Gubernur Papua, Lukas Enembe menolak tuduhan sejumlah pihak yang menyatakan dirinya mendukung penarikan TNI dari Kabupaten Nduga.

Akibat tuduhan itu, Enembe merasa pemerintah pusat telah mencap dirinya melanggar aturan sebagai kepala pemerintahan di Provinsi Papua.

“Saya justru minta pemerintah pusat saat ini komperhensif mengatasi masalah di Nduga dan mengembalikan masyarakat lagi ke kampungnya,” kata Enembe, usai melantik Wakil Bupati Keerom di Gedung Negara, Selasa (30/7), sebagaimana dilansir bumipapua.com.

Enembe mengklaim kejadian di Nduga saat ini pernah ia alami, saat menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya selama 10 tahun. Jadi, dirinya sangat paham dengan keadaan masyarakat di Nduga.

Link Banner

“Saya tau urus orang macam ini (OPM), 10 tahun saya mengurus seperti ini di Puncak Jaya. Saya tau, makanya saya sampaikan solusinya dan pemerintah tak setuju pernyataan saya. Saya tidak tahu berapa lama ini akan berakhir, apakah mereka (TNI) sudah habiskan OPM? Apakah tentara bertugas untuk kasih habis OPM? Kalau mereka (TNI-OPM) masih ada, kapan konflik ini akan berakhirnya. Saya yakin, selama OPM masih ada, konflik ini tak akan berakhir dan kita hadapi seperti ini terus,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolres Halbar: Kades Selewengkan Anggaran Covid-19 DD Akan Ditindak

Enembe menyebutkan, pada dasarnya bukan soal penarikan TNI dalam mengatasi masalah Nduga. “Jadi kalau sekarang ada pengungsi disana, sini, ya hadapi saja, karena saran saya tidak diterima saat itu,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah penduduk di Nduga, Dinas Sosial Provinsi Papua telah menyalurkan bantuan yang saat ini sudah berada di Kabupaten Jayawijaya.

“Saya ingin bantuan ini segera diberikan kepada Warga Nduga yang masih mengungsi di Jayawijaya atau di lokasi lainnya,” katanya.

Sebelumnnya, Dinas Sosial Provinsi Papua mendata 8.000 orang pengungsi di Kabupaten Nduga, pasca konflik Nduga Desember 2018.

Data dari Dinas Sosial Papua menyebutkan pengungsi tak terfokus pada satu titik dan kebanyakan menyebar di sejumlah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga diantaranya Kabupaten Jayawijaya, Mimika, Asmat, Puncak dan Lanny Jaya (red)