Lukas Enembe: Papua Butuh Kehidupan, Bukan Pembangunan

oleh -73 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Jakarta: Hadir dalam acara Mata Najwa malam tadi, Rabu (21/8, Gubernur Papua, Lukas Enembe, menjelaskan sikapnya terkait kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota di Papua.

Menurut Enembe, masalah terkait mahasiswa Papua di Surabaya tidak boleh disepelekan. Dia menegaskan, itu bisa jadi dianggap sebagai upaya menyepelekan masyarakat Papua.

Menurut Enembe, ia mengkhawatirkan aksi massa di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat bisa meningkat ke level yang mencemaskan.

Link Banner

”Kami khawatir eskalasi aksi massa. Apabila orang Papua direndahkan, kami tidak terima. Sekarang ya bagaimana penyelesaiannya. Mereka yang berlaku belum ditangkap, tak boleh ini masalah soal Papua disepelekan,” ujar Enembe.

Lukas Enembe saat tampil di Mata Nazwa

Lebih lanjut, Lukas Enembe juga memaparkan terkait isu penurunan bendera di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya. Menurutnya, laporan yang diterima olehnya menyebutkan bahwa tak ada itu isu penurunan bendera apalagi sampai dibuang ke selokan.

Baca Juga  Pemuda Muhammadiya: Sikap Jokowi Terhadap Draf Revisi UU KPK Merupakan Jalan Tengah

”Kita coba komunikasi laporan yang terjadi kepada mahasiswa, dan bendera (Merah-Putih) tidak pernah diturunkan. Itu bukan perbuatan mahasiswa Papua tapi tindakan orang lain,” ujarnya.

Menutup ucapannya, Lukas Enembe juga menyebutkan sebuah respons keras terkait isu Papua. Baginya, perbaikan di Papua tak harus melulu soal infrastruktur dan pembangunan.

”Orang Papua itu butuh kehidupan, bukan pembangunan!”, tegas Enembe.(red)

https://youtu.be/k5lpr3OID90