Lumpur Genangi Pantai, Warga Demo PT. Antam

oleh -773 views
Link Banner

Porostimur.com | Maba: Sejumlah warga Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, menggelar aksi di lokasi pertambangan Mornopo milik PT. Aneka Tambang, Rabu (7/4/2021).

Warga menilai Antam tak serius menangani limbah pertambangan yang menyebabkan pesisir pantai di sekitar situ dipenuhi lumpur sedalam dua meter.

Aksi yang dipicu oleh keresahan masyarakat yang menuding Antam mencemari lingkungan dengan limbah tambangnya ini dipimpin Kapita Sangaji Maba Haltim, Ibrahim Haruna.

“Karena lokasi pertambangan ini yang bisa dibilang sudah beraktivitas bertahun-tahun, namun hingga saat ini dalam penanganan pencemaran lingkungan tak ada keserisusan dari pihak Antam Itu sendiri,” ucap Udin, salah satu massa aksi.

Link Banner

Massa aksi juga menuntut aktivitas pertambangan di Mornopo dihentikan sebelum membenahi pencemaran lingkungan di lokasi tersebut.

Baca Juga  NOAH Gelar Konser Gratis, Hadirkan Visual 360 Derajat

“Masalah lingkungan di Mornopo ini sudah berjalan puluhan tahun. Jadi kami masyarakat yang hadir ini berharap agar jangan dianggap masalah sepele, karena saat kami menyebur di pantai lumpurnya 2 meter lebih. Itu artinya lokasi pertambangan ini sudah harus dipindahkan, mengingat lokasi pertambangan PT Antam itu luas,” sambung Udin.

Warga melakukan protes terhadap PT Antam. (Istimewa)

Sementara itu, Kapita Sangaji, Ibrahim Haruna di hadapan anggota DPRD Haltim dan pihak perusahaan yang saat itu juga turun langsung mengecek lokasi mengatakan, melihat limbah di lokasi pertambangan Mornopo yang selama ini tak ditangani, pemerintah dan DPRD diharapkan apat melakukan langkah-langkah mengatasi limbah yang sudah menumpuk di pantai.

“Jadi coba pemerintah dan DPRD memperhatikan limbah ini, karena ini soal kebutuhan hidup masyarakat Haltim,” tegasnya menyitir tandaseru.com.

Massa aksi juga berjanji akan mengawal terus proses pembenahan pencemaran lingkungan. Jika hal ini tidak diindahkan dengan serius oleh PT Antam maka akan dilakukan pemboikotan di lokasi pertambangan tersebut.

Baca Juga  Hadapi try out II, SMPN 19 Ambon evaluasi kemampuan siswa

(red/tsc)