Mahasiswa Batabual minta Sekkab Buru diperiksa

oleh -41 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Belasan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Perempatan Jl. Slamet Riyadi Kec. Sirimau Kota Ambon, Jumat (26/1).

Pengunjuk rasa merupakan Pergerakan Mahasiswa Kecamatan Batabual Kabupaten Buru.

Materi unjuk rasa yakni meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dan BPK segera memeriksa dan mengaudit Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Buru.

Pasalnya, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Buru diduga melakukan penyelewengan Dana Sekretariat tahun 2016 senilai Rp 1,7 milyar.

Aksi unjuk rasa ini dikoordinasi Tamsir Buton, dengan melibatkan 15 orang personel yang membawa 4 buah pamflet bertuliskan ”Tangkap dan Penjarakan Sekda Kab. Buru”, ”Kejati jangan diam segera periksa Sekda Buru”, ”Pak Jaksa segera usut korupsi Rp 1,7 M, dan ”Kami minta tangkap dan adili koruptor di Kab. Buru”.

Baca Juga  Dua Jurnalis Prancis Terluka Serius dalam Konflik Azerbaijan Vs Armenia

Perwakilan mahsiswa Kecamatan batabual ini menyatakan sikap antara lain mendesak Kejati Maluku memanggil SekKab Buru, Drs. Ahmad Assagaff,M.Si untuk diperiksa terkait kebocoran dana Setda senilai Rp 1,7 M, mendesak Kejati Maluku agar segera membentuk Tim khusus yang bertugas mengusut tuntas kejahatan tindakan pidana korupsi serta mengusut aset kekayaan pejabat ASN dalam lingkup Setda Buru.

Mereka juga mendesak BPK agar segera mengaudit dugaan tindak pidana korupsi tahun 2016 yang merugikan negara senilai Rp 1,7 M, serta mendesak Kejati Maluku dan BPK memeriksa dan mengaudit aset kekayaan milik Sekkab Buru yang tersebar di Kota Namlea dan sekitarnya.

Jika tuntutan mereka tidak diresponi Kejati Maluku dan BPK, mereka pun akan melakukan aksi berikutnya yang lebih besar, hingga unjuk rasa ke Kejagung RI dan KPK maupin BPK Pusat.

Baca Juga  Kodam XVI/Pattimura Serahkan Bantuan APD dan Alat Kesehatan Untuk Tenaga Medis

Sekitar pukul 10.50 WIT, aksi ini kemudian dilanjutkan ke Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku.

Hnya berselang setengah jam berorasi saja, 3 orang perwakilan demonstran diterima Koordinator Intel Kejati Maluku beserta para Kepala Bidang.

Saat melakukan tatap muka ini, pihak Kejati Maluku menegaskan akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa yang harus dilengkapi dengan bukti nyata yang diserahkan pihak pendemo.

Selain itu, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru juga harus bersinergi dengna memasukkan laporan atas dugaan tindak pidana korupsi dimaksud kepada pihak Kejati, sehingga menjadi acuan bagi Kejati Maluku dalam mengerjakan kasus dimaksud.

Aksi demonstrasi ini berlangsung lancar di bawah pengawalan aparat kepolisian dari Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, serta berakhir pada pukul 11.30 WIT. (team)