Mahasiswa Binaan Laznas LMI Panen Jahe Merah

oleh -30 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Perlu waktu sekitar sembilan bulan untuk menunggu jahe merah yang ditanam agar dapat dipanen. Dan selama waktu sembilan bulan itu, dilakukan upaya perawatan agar tanaman jahe merah dapat tumbuh dengan baik.

Maret 2020, mahasiswa STP Labuha melakukan kegiatan penanaman jahe merah. Kegiatan ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Laznas LMI bersama dengan STP Labuha. Jahe merah sendiri merupakan komoditi yang penting karena menjadi bahan baku pembuatan air guraka, minuman sehat yang menjadi kesukaan warga Maluku Utara pada umumnya.

Kepala Perwakilan LMI Maluku Utara, Andres Irawan mengatakan, program ini merupakan upaya pembentukan jiwa wirausaha dikalangan mahasiswa. “Di kampus, mahasiswa mendapat ilmu dan bimbingan. Namun tidak semua dapat langsung diaplikasikan. Dengan program budidaya jahe merah ini, mereka tidak hanya belajar secara langsung dengan menanam, sekaligus mendapatkan hasil dari keuntungan produksi jahe merah”, ujar Andres.

Baca Juga  Jumlah Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah Jadi 172 Orang

Ketua STP Labuha, Yudhi Eka Prasetia menyambut baik kerjasama ini. “Perguruan Tinggi tentunya sangat terbuka dengan kerjasama, terlebih dalam menumbuhkan jiwa wirausaha. Dengan adanya budidaya jahe merah ini, tentu juga melatih mahasiswa dalam hal produksi dan kemandirian”, ungkap Yudhi.

Menurut koordinator penanaman, Dano Saha Putra, ada 20 kg bibit jahe merah yang disemai, dan kemudian dipindah ke media tanam berupa tanah, serta media pasir di karung. “Tanaman jahe merah ini kami semai di media sekam kayu, lalu setelah tumbuh kami pindahkan ke lahan tanah serta karung pasir, dan diberikan pupuk kandang selama masa pertumbuhan”, ungkap Dano.

Sabtu (5/12), masa panen itu tiba. Mahasiswa melakukan pemanenan jahe merah. Dari 20 kg bibit yang ditanam, menghasilkan 200 tanaman yang disemai dan dibudidayakan. Untuk mendapatkan hasil panen 1 kg jahe merah, setidaknya dibutuhkan 4 pokok tanaman. Sehingga diperkirakan panen ini mendapatkan hasil sebanyak 50 kg.

Baca Juga  BNNP galakkan sosialisasi P4GN pada masyarakat di Kota Ambon

Raut muka ceria tergambar dari wajah mahasiswa yang melakukan panen. Sekian lama menunggu, sekarang mereka dapat memetik hasilnya.

“Alhamdulillah, sebagian dari panen kali ini kami simpan sebagai bahan tanam, dan sisanya dijual ke masyarakat. Alhamdulillah sudah ada yang mesan.” ujar Dano.

Untuk meningkatkan hasil produksi, LMI juga melakukan pembinaan dan pengawasan. “Insya Allah, dari panen jahe merah ini kita akan evaluasi tentang metode perawatan, agar hasil selanjutnya dapat lebih maksimal”, pungkas Andres. (adhy)