Mahasiswa Masih Bertahan di Palmerah Timur, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

oleh -78 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Kerusuhan masih pecah imbas dari aksi unjuk rasa massa mahasiswa di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019) malam.

Pantauan di lapangan, pukul 18.30 WIB, aparat kepolisian sempat mundur menjauhi kerumunan akibat perlawanan dari massa mahasiswa.

Saat itu, polisi mencoba mendorong massa menjauh dari Kompleks Parlemen Senayan.

Setelah dipukul mundur, massa berkumpul di sekitar flyover Ladokgi. Mereka memenuhi Jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota di dua arah.

Barikade polisi terpaksa mundur setelah massa melawan dengan melempari bambu, batu, hingga petasan.

Saat itu, polisi hanya berlindung di bawah tameng yang dibawa.

Empat mobil water canon kemudian dikerahkan untuk menyemprotkan air ke arah massa.

Baca Juga  Mikel Arteta Akhirnya Kalahkan Virus Corona

Setelah mundur sekitar 300 meter, pasukan Brimob kemudian melawan dengan menembakan gas air mata.

Imbas dari kerusuhan ini, akses Jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota di dua arah ditutup untuk kendaraan.

Kerusuhan pecah berawal dari sekelompok mahasiswa yang memaksa masuk Kompleks Parlemen dengan memanjat pagar.

Polisi kemudian menyemprotkan air dengan water canon dan menembakan gas air mata ke arah massa yang berkumpul di depan pagar.

Sejumlah mahasiswa terlihat masih bertahan di Jalan Palmerah Timur, Jakarta. Untuk memukul mundur mereka, polisi sesekali menembakkan gas air mata.

Pantauan dari halaman gedung DPR yang hanya terpisah pagar dengan Jalan Palmerah Timur, mahasiswa terlihat berada di ruas jalan tersebut.

Baca Juga  Soal Kasus Pelecehan Anak di Sayoang, Kopri PC PMII Halsel: Polres Harus Serius

Sementara itu, polisi bergerak dari arah Jalan Gelora menuju Jalan Palmerah Timur. Barikade polisi berjalan beriringan dengan mobil water cannon.

Mahasiswa awalnya juga berada di Jalan Gelora, tidak jauh dari gerbang gedung DPR depan lapangan tembak Perbakin. Namun tembakan gas air mata membuat mereka mundur ke Jalan Palmerah Timur.

Di Jalan Palmerah Timur, ada mahasiswa yang bergerak dari Jalan Gatot Subroto. Mereka kemudian berkumpul di Jalan Palmerah Timur.

Pos polisi yang berada di Jalan Palmerah Timur, dekat pintu kereta Palmerah, juga jadi sasaran amuk. Lemparan batu terdengar memecahkan kaca pos polisi.

Kelompok mahasiswa kembali berunjuk rasa untuk menolak UU KPK hasil revisi dan sejumlah RUU yang akan disahkan DPR bersama pemerintah, salah satunya RUU KUHP.

Baca Juga  Peduli Dampak COVID-19, Indomaret Ambon Beri Bantuan 1620 Masker

Aksi ini juga dilakukan mahasiwa di berbagai daerah. (red/kcm)