Mahasiswa UKIM Ambon Tewas Gantung Diri

oleh -155 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Seorang remaja berusia 18 tahun, Yulian Manuputty, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya. Korban adalah mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon. Yulian diketahui merupakan warga Negeri Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) 

Kapolsek Leihitu Barat, Ipda Jhon Guntur Wenno membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakan, aksi bunuh diri dengan cara menggantungkan diri itu terjadi sekira pukul 19:00 WIT. “Ia benar, ada seorang remaja yang ditemukan meninggal gantung diri. Kejadiannya di negeri Hattu,” kata Kapolsek.

Kasubag Humas Polresta pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia, yang dihubungi media ini, Kamis (4/3/2021) membenarkan kajadian tersebut

Leatemia menjelaskan, YM adalah Mahasiswa UKIM semester II , mengakhiri hidupnya di rumah keluarga Merry Picaulima di negeri Hattu.

Link Banner

Menurut Leatemia, almarhum pertama kali ditemukan ibu kandungnya pada pukul 19.00 Wit dalam keadaan sekarat tergantung didalam kamar.

Baca Juga  UMMU dan Kanwil Kemenag Teken MoU Pencegahan Radikalisme dan Narkoba dengan Polda Malut

Leatemia menjelaskan, korban sempat dilarikan ke RS  Lanud di Negeri Laha untuk mendapat pertolongan pertama.

Setelah sesampainya di sana  Korban tidak terselamatkan dan sudah dalam keadaan tidak bernafas lagi.

Dari keterangan beberapa orang saksi diantaranya Fentia Picaulima, (41) Ibu Kandung korban, mengatakan kepada Suaminya  bahwa  “Ian ( Korban) belum sempat pulang makan dari pagi hari, sudah ditelpon tetapi tidak diangkat.

Kemudian dirinya mendatangi Merry Picaulima dan langsung ke kamar yang biasa korban tidur dan melihat anaknya sudah dalam keadaan tergantung.

Seketika itu ibu korban menangis dan memanggil-manggil nama korban sambil berteriak histeris

Hal tersebut dibenarkan Trisando Van Bergen (24) ketika mendengar suara teriakan ibu korban dan merasa ada sesuatu yg terjadi sehingga lari meneriaki Ronald Manuputty (41) bapak Kandung korban yang sementara berada di pantai.

Baca Juga  'MU dan Chelsea Bukan Saingan Liverpool Musim Depan'

kemudian Trisando dan Ronald menuju Rumah Keluarga Merry Picaulima dan langsung memeluk korban yang sudah tergantung.

Setelah itu datanglah para tetangga untuk menurunkan korban  dan sempat berusaha memberikan nafas buatan buat Korban.

Melihat korban dalam keadaan sekarat, keluarga korban langsung melarikan korban ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun korban menghembuskan nafas terakhir di RS.

Sementara itu dari keterangan Ronald, pada hari itu, sekitar pukul 12:00 wit Korban selesai pulang mengikuti Kuliah Zoom di sekitar Negeri Hattu tepatnya di rumah Keluarga dari Ibu Kandung korban yang bernama Ibu Merry Picaulima sehingga belum sempat melihat anaknya (Korban) dari Pagi Hari.

Kemudian sekitar pukul 18: 30 WIT, ibu korban menanyakan anaknya, dan dirinya langsung mencari korban tapi tidak ditemukan

Baca Juga  Jelang 1 Desember: OPM Ajak Orang Papua Perang, Mahfud MD Ancam Beri Tindakan Keras

Kemudian dirinya pergi ke pantai untuk memancing, namun tidak terfikir bahwa anaknya akan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,

Saat mendapatkan laporan kejadian, anggota Polsek Leihibar langsung mendatangi lokasi, dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi

Untuk dilakukan penyelidikan selanjutnya, pihak keluarga menolak untuk di Proses sesuai hukum yang berlaku, serta menolak untuk dilakukan outopsi jenazah serta membuat surat Pernyataan Penolakan Outopsi.

Korban di rencanakan akan di kebumikan hari ini TPU Negeri Hattu Kec. Leihitu Barat Kab. Maluku Tengah. (keket)