Mahasiswa Unsoed: No Money No Vote

oleh -35 views

Oleh: Prof Dr Zulhasril Nasir, Guru Besar Komunikasi FISIP UI

Sesungguhnya tidak ada yang mengejutkan dari pendapat tiga dari lima mahasiswa Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto itu. Mereka tampak lebih jujur, berterus terang dan tanpa sungkan di hadapan dosen dan bupati Banyumas. Mereka, jangan lupa, generasi muda yang belum “tercemar”.

Seharusnya begitu. Justru, sang dosen yang memimpin itu yang “tidak jujur”, dia tidak ingin menunjukkan demokratisasi dalam ruang pendidikan. Seharusnya pak guru tidak perlu mengatakan “meskipun berbeda dengan saya” karena ini bentuk insinuasi kepada yang hadir. Pak dosen pun tidak perlu sungkan kepada Pak Bupati yang “pasti” pendukung Ganjar.

Tapi inilah kenyataan yang tidak dapat dihindari dalam demokratisasi masyarakat kita. Kenapa pula sang dosen harus sungkan dan menyatakan isyarat bahwa dia bukan memilih Anies ataupun Prabowo untuk pilpres yang akan datang. Nada suaranya tidak menjelaskan bahwa dia seorang ASN yang dilarang berkampanye. Apa ada efek kepadanya? Perlu dimaklumi dialog antarmereka adalah contoh kaum priyayi sejak dulu. Karena tidak mudah berbeda pandangan dengan yang lebih atas, maka yang bagus tentu sang mahasiswa tadi, berani berbeda dengan dosennya itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.