Mahkamah Konstitusi

oleh -27 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura

Lembaga ini akan memutuskan gugatan dua paslon yang kalah di Pilpres 2024 pada 22 April besok. Banyak drama dan harapan disampaikan kepada lembaga ini.

Sebuah lembaga survei melakukan sigi dan menemukan bahwa kepercayaan (trust) kepada lembaga ini naik karena gugatan pilpres ini. Sebelumnya, kepercayaan kepada lembaga ini sempat anjlok akibat keputusan untuk mengijinkan anak presiden maju menjadi cawapres sekalipun di bawah umur.

Keputusan itu memang kontoversial. Ini karena argumennya yang nyleneh. Yang bersangkutan boleh menjadi cawapres sekalipun dibawah umur karena sudah memiliki “pengalaman” terpilih sebagai pejabat publik. Namun putusan itu sah. Legally binding, kata para politisi Indonesia.

Baca Juga  Pj. Gubernur Maluku Lantik 3 Pejabat Kepala Daerah

Yang lebih nyleneh lagi adalah bahwa ketika itu MK dipimpin oleh seseorang yang menjadi ipar presiden. Alias, paman si anak bawah umur ini. Si paman kemudian di sidang secara etik. Dia dinyatakan bersalah. Dia dipecat dari Ketua MK. Namun dia tetap duduk sebagai hakim MK dan ikut mengadili gugatan kecurangan pemilu, dimana sebenarnya dia adalah salah satu aktor utamanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.