Mahkota Promotion Pasang Target Ongen Juara Dunia dalam 2 Tahun

oleh -83 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Petinju Indonesia asal Maluku, Ongen Saknosiwi, baru saja meraih gelar juara kelas bulu versi WBC Asian Boxing Council Continental.

Dilansir dari kompas.com, Sabuk WBC Asia itu dia raih setelah mengalahkan petinju Thailand, Nanthawat Mailochat.

Dalam pertarungan di Singapura, Sabtu (7/9/2019), petinju berusia 25 tahun tersebut memukul knockout (KO) sang lawan pada ronde keempat.

Ini menjadi kemenangan perdana pria asal Pulau Buru, Maluku, tersebut dalam ajang internasional.

Petinju muda andalan Indonesia, Ongen Saknosiwi (kiri) merebut gelar juara kelas bulu versi WBC Asian Boxing Council Continental setelah memukul KO petinju Thailand, Nanthawat Mailochat di Singapura, Sabtu (7/9/2019) malam. [Dok. Mahkota Promotion]
Petinju muda andalan Indonesia, Ongen Saknosiwi (kiri) merebut gelar juara kelas bulu versi WBC Asia Boxing Council Continental setelah memukul KO petinju Thailand, Nanthawat Mailochat di Singapura, Sabtu (7/9/2019) malam. [Dok. Mahkota Promotion]

Lebih dari itu, Ongen sukses menjaga rekor bertarungnya karena hingga kini dia belum terkalahkan.

Dari tujuh pertarungan yang sudah dilakoni, pria yang juga merupakan anggota TNI Angkatan Udara tersebut selalu menang KO/TKO.

Dengan demikian, Ongen menjaga asa meraih gelar juara dunia di kelas tersebut.

Dia terus merintis jalan untuk mengikuti jejak para seniornya seperti Ellyas Pical, Chris John, M Rachman dan Daud Yordan, yang pernah menyandang status juara dunia tinju.

Baca Juga  Pimpinan Media Kabardaerah, Desak Polisi Usut Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah
Tinju Dunia: Dapat Bonus Rp 50 Juta, Ongen Sisihkan untuk Biaya Kuliah Adik
Petinju Indonesia Ongen Saknosiwi (kanan) menghadapi petinju Thailand, Nanthawat Mailochat, dalam duel perebutan sabuk WBC Asia Boxing Council Continental di The Ring Boxing Community, Singapura, Sabtu (7/9/2019). [Dok. Mahkota Promotion]

Namun, pihak Mahkota Promotion selaku promotor sang petinju, tidak mau memaksa Ongen langsung menantang juara dunia. Mereka ingin Ongen secara perlahan melewati proses menuju ke sana.

“Sebenarnya bisa (menantang juara dunia) tetapi kami tidak ingin melakukan itu,” ujar Urgyen Rinchen Sim selaku managing director Mahkota Promotion, ketika berkunjung ke Kompas TV, Kamis (12/9/2019).

“Dari kaca mata kami sebagai promotor profesional, Ongen masih butuh jam terbang dan pengalaman yang lebih banyak.”

“Dalam waktu dekat, rencananya pada 17 November 2019, kami akan menggelar kejuaraan level dunia untuk Daud Yordan.”

“Nah, pada saat itu Ongen pun akan bertarung untuk mempertahankan gelarnya sehingga dia punya aktivitas bertanding serta camp latihan yang lebih baik.”

Baca Juga  Ungkap Fakta Sebenarnya, Aktivis ICW Sesalkan Kinerja KPK Dalam Menangkap Gubernur Sulsel

Untuk tujuan tersebut, tambah pria yang akrab disapa Simon ini, Ongen akan mengikuti camp latihan di Bali dan Thailand.

Harapannya, Ongen semakin banyak mendapat sparring partner sehingga kualitasnya kian meningkat demi target yang lebih besar.

“Di kelasnya Ongen ini, para jagonya rata-rata berasal dari Amerika. Karena itu, kami perlu melakukan hal yang extravaganza sehingga mereka melirik Ongen. Syukur-syukur dia bisa main di MGM,” ungkap Simon.

Meski demikian, bukan berarti promotor tak memiliki target waktu untuk Ongen segera naik level. Simon mengatakan bahwa mereka ingin dalam dua tahun Ongen sudah bisa jadi juara dunia.

Ongen Saknosiwi yang merupakan prajurit TNI AU turut mendapat kenaikan pangkat satu tingkat, dari Prajurit I (Pratu) menjadi Prajurit Kepala

“Targetnya dalam dua tahun. Jadi, November nanti dia akan bertarung saat event-nya Daud Yordan. Setelah itu, akan ada pertandingan internasional di mana lawannya pasti lebih berat,” ungkap Simon.

Baca Juga  Film “My Name Is Khan” Menghapus Stigma Terorisme pada Islam

“Kemudian, ada pertandingan selanjutnya sampai ke-10 atau 12. Jadi, maksimum dalam dua tahun. Harapan kami sih bisa lebih cepat dari itu.”

Dalam momen tersebut, Ongen pun bercerita tentang pertarungannya melawan Nanthawat Mailochat.

Diakuinya, lawan sangat bagus dan tahan pukulan. Ini yang membuat dia harus memiliki taktik dan strategi jitu.

“Lawan juga punya rekor bartarung yang bagus seperti saya. Dia selalu menang KO dalam enam pertarungan. Dia juga tahan pukulan dan bertarung mengandalkan counter. Jadi, saya terus menekan mulai dari ronde pertama,” ungkap Ongen. (rtl/red/kcm)