Makin Terang, Komnas HAM Benarkan Laskar FPI Miliki Senpi dan Baku Tembak dengan Polisi di Tol Cikampek

oleh -286 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Komnas HAM membenarkan ada pembuntutan oleh polisi terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) sebelum kejadian baku tembak antara FPI dan polisi di Tol Cikampek yang menewaskan 6 orang.

Demikian disampaikan M Choirul Anam kepada wartawan saat konfrensi persnya melaui video Zoom, Jumat (8/1/2020).

“Memang ada peristiwa pembuntutan terhadap Muhammad Habib Rizieq oleh polisi pada saat itu,” ujarnya.

Choirul menyebutkan saat melakukan pembuntutan itu ada 6 orang laskar FPI yang tewas dalam 2 konteks yang berbeda.

“Dalam proses itu, ada 6 orang laskar FPI yang tewas dalam 2 konteks yang berbeda,” jelasnya.

Choirul menjelaskan, konteks yang pertama terjadi di Jalan Internasional Karawang hingga diduga mencapai KM 48 Tol Cikampek.

Baca Juga  Kapolres Jamin Keselamatan Orang Papua di Kepulauan Sula

Ia menyebut ada saling serang dan baku tembak antara laskar FPI dan polisi. Dua orang laskar FPI tewas di momen peristiwa ini.

“Substansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antar petugas dan laskar FPI bahkan dengan menggunakan senjata api,” jelasnya.

Sedangkan konteks peristiwa yang kedua, lanjut Choirul, terjadi setelah KM 50 Tol Cikampek.

Ia mengatakan sebanyak 4 orang laskar FPI yang masih hidup dibawa oleh polisi dan kemudian ditemukan tewas.

“Sedangkan terkait peristiwa KM 50 ke atas, terdapat 4 orang yang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara yang kemudian ditemukan tewas,” katanya.

“Sehingga peristiwa tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia,” ucapnya.

Baca Juga  Puluhan Kubik Kayu Ilegal dari Hutan Pulau Buru Diamankan Polisi

Choirul Anam menyebut tewasnya 4 laskar FPI pasca KM 50 merupakan peristiwa unlawful killing atau pembunuhan di luar ketentuan hukum.

“Penembakan sekaligus terhadap 4 orang dalam 1 waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya tindakan unlawful killing terhadap 4 orang anggota laskar FPI,” pungkasnya. (red/kompas.com)