Malam Natal Tahun ini, Kota Ambon Tak Seramai Biasanya

oleh -95 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Akibat pagebluk Corona yang tak kunjung berakhir, perayaan malam Natal di Ambon tahun ini tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya.

Kota Ambon sendiri hingga saat ini masih berada dalam status oranye, sehingga menyebabkan pemerintah melarang adanya kembang api dan kerumunan warga.

Jam ibadah pun dibatasi maksimal satu jam dengan jumlah jemaat yang terbatas. Pelaksanaan ibadah juga berlangsung dibawah protokol kesehatan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

Gereja-gereja utama seperti Gereja Maranatha dan Gereja Silo di pusat Kota Ambon pun nampak lebih sepi dari biasanya akibat jam ibadah dan jumlah jemaat yang dibatasi.

Gereja Silo bahkan sudah tutup selang Isya dan sudah tak nampak lagi jemaat atau pengurus gereja. Padahal waktu baru menunjukkan pukul, 20:00 WIT.

Baca Juga  Kompak Desak Gubernur Maluku Copot Dirut PD Panca Karya

Sejumlah ruas jalan utama seperti jalan A. Y. Patty, jalan Diponegoro, jalan Said Perintah nampak lebih lengang dari biasanya.

Hanya di jalan Pattimura yang masih nampak agak ramai oleh para jemaat yang datang atau pulang misa di Katedral.

Di langit kota Ambon pun hanya sesekali terlihat satu-dua pijar kembang api.

Sebagaimana diketahui, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, telah melarang adanya pesta kembang api saat malam menjelang perayaan Hari Natal maupun malam pergantian tahun baru di Kota Ambon.

“Saya sudah mengambil kebijakan dan telah menandatangani surat edaran yang ditunjukan kepada semua warga agar tidak ada pesta kembang api di malam Natal dan tahun baru nanti.

Baca Juga  Argentina Gagal Menang atas Paraguay, Lionel Messi cs Mati Kutu di Hadapan Kiper Gaek

Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan warga,” kata Richard kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Rabu (24/12/2020) kemarin.

Menurutnya, dalam menyambut Natal dan tahun baru nanti, pihaknya juga meminta umat Kristiani memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan kondisi kesehatan yang baik dan dijauhkan dari Covid-19.

“Semoga saat kita masuk tahun baru nanti, kita mendapatkan kondisi kesehatan yang lebih baik sehingga tidak ada kegiatan hura-hura dan pesta kembang api pada perayaaan Natal,” katanya.

Ia mengaku sudah melakukan koordinasi bersama pimpinan umat agar pada saat pelaksanaan ibadah Natal dan tahun baru aktivitas ibadah dapat berlangsung dalam empat sesi, guna menghindari kerumunan dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Baca Juga  Bank Aceh Syariah Dukung Keberadaan JMSI Aceh

“Bagi umat Kristen saya sudah meminta ibadah menjelang Natal dan tahun baru dilakukan dalam empat sesi, di antaranya pukul 10.00 WIT, pukul 14.00 WIT, pukul 17.00 WIT, dan pukul 19.00 WIT,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama pelaksanaan ibadah.”Masyarakat tetap menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan,” ujarnya. (red)