Maluku Utara Galakkan Penyuluhan Moderasi Beragama

oleh -58 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Maluku Utara terus menggalakkan kampanye moderasi beragama, pencegahan dini radikalisme, dan kerukunan, kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara Sarbin Sehe.

Dia mengemukakan langkah kampanye moderasi dalam beragama itu dilakukan melalui 935 penyuluh agama yang tersebar di 10 kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Sehe menyampaikan hal itu di hadapan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dan jajaran Forkopimda di Aula Polda Maluku Utara, sebagaimana dilansir lamam resmi Kementerian Agama pada Senin (3/8/2020).

Kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin dan rombongan ke Maluku Utara dalam rangka sosialisasi, pemantauan dan peninjauan terhadap UU No. 5/2018 tentang Perubahan atas UU No. 15/2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang.

Dalam pertemuan itu Azis Syamsuddin menanyakan upaya Kanwil Kemenag dalam melibatkan penyuluh keagamaan di provinsi, kabupaten/kota, dan penyuluh keagamaan di Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai upaya pencegahan penyebaran paham terorisme di masyarakat.

Baca Juga  Antisipasi rawan Pilkada, Danrem temui masyarakat Tual dan Malra

Sehe menjelaskan ratusan penyuluh keagamaan yang tersebar di pulau-pulau telah melakukan penguatan penyebaran pesan-pesan keagamaan dengan mengunakan pendekatan persuasif dan inklusif.

“Misalnya melalui inovasi program di antaranya Safari Jumat, Minggu Menyapa, dan Menyapa Madrasah. Kami juga melakukan upaya peningkatan pemahaman keagamaan penyuluh agama melalui pengarusutamaan moderasi beragama,” kata Sehe.

Dia menambahkan pemikiran moderasi beragama dapat membangkitkan naluri beragama dengan baik dan benar.

Selain itu, pemahaman keagamaan yang moderat juga tercermin dalam sikap menghargai kemajemukan, membangun perdamaian, menghargai harkat martabat manusia, serta memajukan kehidupan umat beragama.

Menurutnya pula, Indonesia saat ini sudah boleh dibilang berada dalam kondisi darurat radikalisme dan dalam batas-batas tertentu terorisme, oleh karena itu Negara harus hadir dan lebih kuat mencegahnya.

Baca Juga  Danrem 152/Baabullah Sambut Kunker Pangkogabwilhan di Malut

“Keselamatan jiwa rakyat sebagai warga negara, bukan hanya amanat konstitusi, tetapi sekaligus merupakan Maqashid Syariah atau perintah agama”, jelas H. Sarbin. (red)

Maluku Utara Galakkan Penyuluhan Moderasi Beragama