Maluku Utara Jadi Salah Satu Provinsi dengan Diabetes Tertinggi di Indonesia

oleh -19 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Wakil Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa Maluku Utara menjadi salah satu provinsi yang memiliki pasien diabetes tertinggi di Indonesia. Ia pun mengingatkan bahwa diabetes bukanlah penyakit yang terjadi pada masyarakat perkotaan saja.

“Studi menunjukkan di beberapa tempat, misal studi yang kami punya, di daerah rural itu angka diabetesnya juga tinggi. Di Maluku Utara angka diabetesnya adalah salah satu yang tertinggi di Indonesia,” ujar Dante dalam press briefing Hari Diabetes Sedunia 2021, sebagaimana dilansir dari liputan6.com, Kamis (18/11/2021).

Pernyataan tersebut berkaitan dengan peringatan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada Minggu, 14 November 2021. Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa pemicu terjadinya diabetes disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya adalah faktor genetik.

Baca Juga  Sejumlah Aksesori Ini Diprediksi akan Menjadi Tren di 2022, Sudah Punya?

Spider web of genetic pattern atau angka kerapatan genetik yang semakin lama semakin melekat akibat perkawinan antara gen yang diberikan oleh ibu, dan gen yang diberikan oleh bapak membuat generasi kedepan mempunyai akses untuk jadi diabetes lebih sering,” kata Dante.

Sehingga, langkah promotif dan preventif dinilai menjadi hal penting yang bisa dilakukan bersama-sama. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat tentunya dengan menerapkan pola hidup yang baik.

Menurut Dante, pola hidup yang baik untuk mencegah diabetes bisa dilakukan dengan menjaga asupan pola makan yang sehat. Berkaitan dengan hal tersebut pun, Kemenkes mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menginisiasikan diet rendah gula dan garam.

Baca Juga  Sehari sebelum Pembukaan TMMD Ke-110, Dandim 1503/Tual Tinjau Lokasi Sasaran Fisik

Hal itu dilakukan guna untuk mencegah semakin meningkatnya pasien diabetes di Indonesia. Serta, bersamaan untuk mencegah peningkatan pada pasien hipertensi.

Skrining diabetes

Tak hanya itu, Kemenkes juga telah melakukan edukasi agar masyarakat semakin sadar untuk melakukan skrining penyakit diabetes. Terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi.

“Kita menyusun program yang namanya KDK (Kebutuhan Dasar Kesehatan) dengan BPJS untuk memberikan skrining di beberapa waktu kedepan, supaya masyarakat bisa melakukan pemeriksaan gula darah dan beberapa faktor komplikasi secara rutin yang ditanggung BPJS,” ujar Dante.

Dante mengungkapkan, cara tersebut diharapkan dapat mendeteksi lebih awal penyakit diabetes di masyarakat sebelum terjadinya komplikasi. Mengingat diabetes sendiri berpotensi menimbulkan komplikasi dengan penyakit berat lainnya.

Baca Juga  Junta Myanmar Tangkap Dua Jurnalis

“Kalau sudah komplikasi tentu konsekuensinya menjadi lebih besar. Sehingga kalau kita bisa access to diabetes care lebih dini, lebih baik, kita berharap orang diabetes bisa hidup normal seperti bukan diabetes,” kata Dante.

(red/liputan6)