“Investor dan pembeli global kini ingin melihat lebih dari sekadar volume produksi. Mereka ingin memahami bagaimana rantai pasok dikelola, bagaimana lingkungan dijaga, dan bagaimana masyarakat turut merasakan manfaat pembangunan,” ujar perwakilan Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia, Ahmad Fikri Susanto.
Standar ESG Jadi Penentu Investasi
Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kadin Indonesia, Bernardino Vega, menegaskan bahwa standar keberlanjutan kini menjadi faktor utama dalam menarik investasi global.
Menurutnya, semakin banyak investor yang menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menentukan keputusan investasi.
“Perusahaan yang mampu menunjukkan praktik pertambangan yang baik serta kinerja ESG yang kredibel adalah yang akan memperoleh akses investasi jangka panjang dan pasar global,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan investasi di sektor pengolahan mineral Indonesia meningkat signifikan, mencapai 208 persen dalam periode 2019 hingga 2022.
Tinjau Langsung Kawasan Industri
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta melakukan kunjungan lapangan ke area pertambangan PT Weda Bay Nickel (WBN) serta fasilitas di kawasan industri IWIP.
Kunjungan mencakup fasilitas pengolahan nikel, pengelolaan lingkungan, pusat riset dan pengembangan, hingga rantai nilai bahan baku baterai kendaraan listrik yang terintegrasi.









